Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Disnakkan Boyolali Waspada Penyakit Parasit Darah pada Ternak di Musim Pancaroba, Caplak dan Lalat Jadi Vektor Penular

Abdul Khofid Firmanda Putra • Senin, 3 November 2025 | 03:37 WIB
Ilustrasi pemeriksaan ternak sapi di Pasar Hewan Bekonang, Mojolaban, belum lama ini.
Ilustrasi pemeriksaan ternak sapi di Pasar Hewan Bekonang, Mojolaban, belum lama ini.

RADARSOLO.COM-Memasuki pergantian musim, Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Boyolali mendapat beberapa laporan terkait kasus penyakit parasit darah.

Kepala Bidang (Kabid) Kesehatan Hewan (Keswan) Disnakkan Kabupaten Boyolali Afiany Rifdania menjelaskan, parasit darah biasa ditularkan melalui vektor seperti caplak, lalat dan beberapa vektor lain.

“Vektor itu dapat menularkan dari 1 ternak ke ternak yang lain, apabila tergigit vektor pembawa parasit darah itu,” jelas Afiany, Minggu (2/11).

Afiany mengungkapkan, apabila hewan ternak terserang parasit darah, biasanya hewan tersebut akan rentan terserang penyakit.

Sebab, parasit darah mempunyai sifat menurunkan imun (imuno supresif), sehingga ternak yang terserang parasit bisa akan tiba-tiba terlihat lemas akibat penurunan imun.

“Drop imunnya, dan dapat menyebabkan penyakit lainnya muncul, atau istilahnya jadi rentan terhadap penyakit lain seperti PMK, Gangguan Pernafasan BRDC (Bovine Respiratory Disease Complex) dan lain-lain,” lanjut Afiany.

Sebagai langkah penanggulangan, pihaknya sudah melakukan pengobatan ternak yang terinfeksi, desinfeksi kandang dan lingkungan sekitar, terutama pemberantasan vektor.

Disnakkan juga melakukan peningkatan Komunikasi, Informasi, Edukasi (KIE), sebagai pencegahan dan pemberantasan penyakit kepada masyarakat.

“Kalau vaksinnya belum ada, jadi kita harus meningkatkan sendiri pengawasan terhadap lalu lintas ternak dari dan ke luar daerah, karena biasanya penyakit itu muncul karena proses jual beli dari daerah lain, di mana ternaknya sudah terkena penyakit ini sejak awal atau daerah setempat sedang terjadi wabah serupa,” tambahnya.

Sejak awal tahun hingga akhir bulan Oktober, Disnakkan Boyolali juga sudah melakukan monitoring terhadap hewan ternak yang ada di Boyolali.

Monitoring dilakukan dengan mengambil uji sampel dari darah, tanah, otak, swab, serta organ dalam hewan.

Baca Juga: Residivis Narkoba Asal Kembali Terjerat Curat, Gasak HP dan Uang Tunai di Grogol Sukoharjo

Hasilnya, ditemukan beberapa penyakit seperti Anthrax, Brucellosis, Leptospirosis, Parasit darah, AI, CSF/ASF, PMK, LSD, IBR, Helminthiasis, serta SE. (fid)

Editor : Tri wahyu Cahyono
#hewan ternak #parasit #pancaroba #penyakit #disnakkan boyolali