RADARSOLO.COM- Direktur Teknologi Informasi BPJS Kesehatan Edwin Aristiawan melakukan kunjungan kerja ke Rumah Sakit Indriati Boyolali pada Rabu (17/12).
Kunjungan itu bertujuan untuk memastikan pelayanan bagi peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) telah berjalan optimal dengan dukungan teknologi digital di rumah sakit tersebut.
Dalam kesempatan itu, Edwin memberikan apresiasi tinggi berupa penghargaan bintang lima kepada RS Indriati Boyolali.
Penghargaan tersebut diberikan berkat komitmen rumah sakit dalam mengimplementasikan berbagai inovasi digital.
Mulai dari Integrasi Sistem Antrean Online, Sistem Klaim, E-SEP, finger print dan Frista hingga Bridging Farmasi dan E-Rekam MediJK
Edwin menegaskan bahwa di era sekarang, teknologi bukan lagi pilihan melainkan kebutuhan pokok dalam sektor kesehatan untuk menciptakan efisiensi.
“Dalam kemajuan dunia digital sekarang ini, teknologi sudah menjadi bagian paling penting dalam kehidupan masyarakat. Seluruh aspek termasuk kesehatan, tidak bisa lepas dengan dukungan transformasi digital. Melalui transformasi digital berkelanjutan, pelayanan kesehatan dapat menjadi serba mudah dan serba cepat bagi seluruh peserta JKN,” tegas Edwin.
Ia menambahkan bahwa kemudahan akses adalah kunci utama dalam meningkatkan kepuasan peserta.
BPJS Kesehatan tidak hanya sekadar mengubah prosedur manual menjadi digital, tetapi juga berupaya mengubah budaya masyarakat menuju layanan kesehatan yang lebih modern.
“BPJS Kesehatan terus berkomitmen mengembangkan kanal layanan online melalui transformasi digital. Harapannya dapat dimanfaatkan dengan mudah oleh peserta ketika memanfaatkan layanan digital program JKN,” ujar Edwin.
Lebih lanjut, Ia menyoroti efisiensi waktu yang didapat oleh pasien berkat inovasi tersebut.
“Sejak adanya transformasi digital melalui kanal layanan online Aplikasi Mobile JKN, kini peserta JKN tidak perlu lagi menunggu lama di faskes. Cukup dengan memanfaatkan fitur antrean online di Aplikasi Mobile JKN,” ungkapnya.
Sementara itu, Direktur Rumah Sakit Indriati Boyolali Julita Ruli Titisari menyampaikan rasa terima kasihnya atas penghargaan yang diperoleh.
Terlebih lagi penghargaan tersebut menjadi motivasi besar bagi seluruh tenaga kesehatan di RS Indriati untuk terus berinovasi.
“Kami siap mengimplementasikan transformasi digital melalui implementasi Integrasi Sistem Antrean Online, Sistem Pengajuan Klaim dan Implementasi E-SEP. Begitu juga finger print dan face recognition,” ujarnya.
Selain itu, juga implementasi bridging farmasi dan implementasi e-Rekam medis dengan tujuan untuk mempermudah peserta yang datang. Ini tidak hanya menguntungkan peserta JKN namun juga fasilitas kesehatan sebagai pemberi Layanan,” jelas Julita.
Keberhasilan RS Indriati Boyolali dalam digitalisasi terlihat nyata dari angka pemanfaatan antrean online yang telah mencapai 99,37%.
Julita optimis bahwa kolaborasi yang kuat dengan BPJS Kesehatan akan terus membuahkan hasil positif bagi masyarakat luas.
“Saya yakin kemudahan dan kecepatan akses layanan kesehatan dapat terwujud apabila kita terus meningkatkan transformasi digital dari Program JKN," ujar Julita.(ren)
Editor : Nur Pramudito