RADARSOLO.COM – Kabar gembira datang dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Boyolali.
Koleksi satwa yang dikelola oleh pemerintah daerah setempat resmi bertambah setelah lahirnya seekor bayi rusa timor, Minggu (10/5/2026) pagi.
Kelahiran ini menjadi momen penting bagi upaya konservasi mandiri yang dilakukan DLH, mengingat rusa timor termasuk salah satu satwa yang dilindungi.
Bayi rusa yang lahir secara alami ini kini menjadi penghuni baru di kawasan ruang terbuka hijau (RTH) yang sekaligus berfungsi sebagai sarana edukasi keanekaragaman hayati bagi masyarakat Boyolali.
Proses kelahiran kali ini membutuhkan perhatian ekstra dari tim medis.
Bayi rusa tersebut lahir dalam kondisi prematur atau belum cukup bulan, sehingga pada jam-jam awal kelahirannya, anakan rusa tersebut mengalami kesulitan untuk menyusu langsung kepada induknya.
Kondisi ini sempat memicu kekhawatiran tim pengelola RTH terkait kelangsungan hidup satwa mungil tersebut.
Kepala Bidang Pengelolaan Ruang Terbuka Hijau dan Keanekaragaman Hayati DLH Boyolali Teguh Tri Kuncoro menjelaskan, tindakan cepat segera diambil dengan melibatkan ahli medis hewan.
“Ya, rusa itu melahirkan pada 10 Mei 2026 pagi. Diperkirakan lahir belum cukup bulan. Dari pagi sampai malam belum bisa netek ke induknya, jadi pada malam itu kami bekerja sama dengan Disnakkan untuk memberikan perawatan,” ujar Teguh pada Selasa (12/5/2026).
Baca Juga: Membedah Jalan Terjal Bibit Atlet Bulu Tangkis Solo Raya Bisa Tembus Cipayung: Runtuhnya Hegemoni
Melalui pemberian susu pengganti dan pemantauan intensif selama dua hari, kondisi bayi rusa kini telah berangsur pulih dan mulai aktif bergerak.
Meskipun populasi satwa terus berkembang, DLH Boyolali menyatakan belum memiliki rencana untuk melakukan translokasi atau pemindahan koleksi rusanya ke wilayah lain.
Keberhasilan reproduksi ini dipandang sebagai indikator bahwa lingkungan kandang yang dikelola saat ini memiliki ekosistem yang mendukung kenyamanan satwa untuk berkembang biak.
Saat ini, prioritas utama petugas adalah memastikan pemulihan total sang induk pascamelahirkan serta penguatan fisik si bayi rusa.
Baca Juga: Temuan Polres Sragen, MTs Muhammadiyah 4 Bulu Sambungmacan Sudah 26 Tahun Tak Direnovasi
“Sementara kami belum ada rencana untuk memindahkan rusa-rusa tersebut. Fokus kami memastikan induk dan anaknya sehat dulu. Sampai saat ini rusa tersebut semakin sehat. Sudah mulai aktif dan mau menyusu ke induknya,” tambah Teguh.
Lahirnya anakan rusa timor ini menggenapkan jumlah populasi menjadi tiga ekor, melengkapi puluhan satwa lainnya yang juga dirawat di kawasan RTH.
Kehadiran berbagai jenis satwa di ruang terbuka hijau Boyolali bukan sekadar hiasan kota, melainkan bagian dari misi pelestarian lingkungan.
Berdasarkan data terbaru, DLH Boyolali saat ini merawat 18 ekor rusa totol, 32 ekor burung dara, 16 ekor ayam jambul, serta koleksi merak, kura-kura, dan burung lovebird.
Seluruh satwa tersebut berada dalam pengawasan rutin dokter hewan dari Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) untuk menjamin kesehatan serta pemberian asupan vitamin yang memadai.
Kawasan ini secara rutin menjadi tujuan wisata edukasi bagi pelajar dari berbagai tingkatan sekolah untuk mengenal karakteristik satwa secara langsung.
Teguh berharap, keberhasilan kelahiran satwa secara alami ini dapat menjadi daya tarik tambahan bagi masyarakat sekaligus meningkatkan rasa cinta dan tanggung jawab publik terhadap kelestarian alam di Kabupaten Boyolali. (fid)
Editor : Tri Wahyu Cahyono