Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Ingin Berangkat Umrah saat New Normal, Ini Biaya Tambahan untuk Jamaah

Perdana Bayu Saputra • Rabu, 10 Juni 2020 | 21:36 WIB
Ketua Persaudaraan Pengusaha Umrah dan Haji Solo Her Suprabu.
Ketua Persaudaraan Pengusaha Umrah dan Haji Solo Her Suprabu.
SOLO – Puluhan ribu jamaah umrah mengalami penundaan pemberangkatan ke Tanah Suci karena pandemi Covid-19. Namun, mereka tetap bisa berangkat. Itu setelah penerapan new normal yang akan dilakukan pemerintah Indonesia dan Kerajaan Saudi Arabia.

Hanya saja, jamaah umrah harus membayar biaya tambahan. Biaya digunakan untuk mendukung protokol kesehatan yang berlaku. Besaran tambahan biayanya sepertiga dari total biaya umrah.

“Kalau biasanya Rp 25 juta, sekarang jadi Rp 30 jutaan. Kenaikan biaya ini setelah dilakukan berbagai perhitungan. Karena nanti akan ada physical distancing di pesawat. Tidak boleh sekamar empat orang dan berbagai penerapan protokol kesehatan lainnya,” ucap Ketua Persaudaraan Pengusaha Umrah dan Haji (Perpuhi) Solo Her Suprabu, kemarin.

Perpuhi Solo mencatat ada 25 ribu jamaah umrah yang tertunda keberangkatannya. Mereka tetap dikenakan biaya tambahan tersebut. Terkait regulasi dan sosialisasi penambahan biaya, Perpuhi menyerahkan kepada pemerintah.

“Kalau ada jamaah yang keberatan dengan tambahan biaya itu, nanti tergantung pemerintah. Apakah dananya boleh dikembalikan atau tidak, kembali lagi ke pemerintah. Karena dananya sudah masuk ke pemerintah semua,” terangnya.

Rencananya, perjalanan umrah mulai dibuka September. Maskapai Garuda Indonesia Airlines bakal memberangkatkan jamaah umrah pertama pascapandemi pada 17 September. Her memprediksi animo jamaah umrah di masa new normal agak menurun.

“Lebih sedikit dibanding tahun lalu. Ditambah sektor ekonomi yang sedang lesu. Apalagi akan ada biaya tambahan. Pasti pangsa pasar umrah tidak seramai biasanya,” bebernya.

Sementara itu, Perpuhi meminta seluruh anggota biro umrah segera menyiapkan standar operasional prosedur (SOP) protokol kesehatan keberangkatan jamaah umrah. “Sejak dari pendaftaran sampai pemberangkatan. Agar jamaah merasa aman dan nyaman,” ujarnya. (aya/fer/ria) Editor : Perdana Bayu Saputra
#biaya tambahan #new normal #biaya protokol kesehatan #perpuhi #jamaah umrah