"Saya mulai ikut touring dari Semarang pukul 08.40 sampai di Solo pukul 10.00. Perjalanan sekitar 1,5 jam karena kecepatan maksimal hanya 80 kilometer (km)/jam. Saya bawa mobil kecil, jadi tidak boleh kecepatan tinggi," ungkap Ketua Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI), Djoko Setiawarno yang menjadi salah seorang peserta touring, kepada Jawa Pos Radar Solo, saat menunggu rombongan mengisi baterai di SPKLU PLN UP3 Surakarta.
Djoko menyebut jarak tempuh dari Semarang ke Solo sekitar 104 km. Hanya menghabiskan 30 persen isi baterai mobil listriknya. Alhasil, Djoko tidak perlu mengisi baterai saat mampir di Kota Bengawan. Sisa baterainya diklaim masih sanggup sampai Madiun. Rencananya, Djoko bakal isi baterai di Madiun saat akan melanjutkan perjalanan ke Surabaya.
"Ngisi di SPKLU ini butuh waktu sekitar 2 jam. Cepat, karena fast charging. Tapi kalau ngisi di rumah butuh waktu 11 jam. Kalau dari Jakarta ke Madiun kira-kira ada 6 titik pengisian baterai. Teman-teman yang berangkat dari Jakarta kemarin sempat ngisi di Cirebon," sambungnya.
Lalu bagaimana pengalamannya menempuh perjalanan jauh menggunakan mobil listrik?
"Sebenarnya sama saja seperti mobil biasa. Hanya saja lebih halus suaranya, minim bunyi. Tidak begitu berisik. Bedanya itu. Selain itu, tadi di mobil saya AC-nya agak panas. Karena mungkin mobilnya masih uji coba. Dan juga kalau AC-nya makin terasa bakal butuh daya listrik yang digunakan," bebernya. (aya) Editor : Damianus Bram