Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Rakerda Indonesian Hotel General Manager Association, Merumuskan Arah Kerja Organisasi

Mannisa Elfira • Kamis, 26 Juni 2025 | 03:36 WIB
KOMPAK: Rapat kerja daerah (Rakerda) IHGMA DPD Jawa Tengah di Hotel Solia Zigna, Kampung Batik Laweyan, Rabu (25/6/2025).
KOMPAK: Rapat kerja daerah (Rakerda) IHGMA DPD Jawa Tengah di Hotel Solia Zigna, Kampung Batik Laweyan, Rabu (25/6/2025).

RADARSOLO.COM - Bisnis hotel akan tetap seksi, sepanjang kita bisa mengkurasi. Itulah salah satu pesan yang terlontar kepada deretan general manager pada Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Indonesian Hotel General Manager Association (IHGMA) Jawa Tengah di Hotel Solia Zigna, Kampung Batik Laweyan, Rabu (25/6/2025).

Mengangkat tema "Empowering People, Embracing Digital" Kolaborasi GM Hotel Menuju Transformasi SDM dan Digitalisasi Industri Perhotelan, pertemuan ini menjadi momentum strategis untuk merumuskan arah kerja organisasi.

Sekaligus penguatan kapasitas SDM serta adaptasi teknologi digital dalam layanan perhotelan di tengah tantangan efisiensi dan perubahan pasar.

Ketua IHGMA Jawa Tengah Julia SKB mengungkapkan, pertemuan semacam ini memang terus dilakukan secara periodik.

Forum ini dinilai cukup penting, apalagi di tengah bisnis hotel yang tengah menghadapi berbagai tantangan industri.

"Harapannya, para anggota bisa belajar bersama. Tukar pendapat, mencari solusi, ditambah mengundang narasumber-narasumber yang dapat menambah insight," ucap Julia kepada awak media.

Kali ini, IHGMA mengundang dua narasumber nasional berpengaruh di industri hospitality dan digital tourism. Ialah CEO & Founder Azana Hospitality Management, Dicky Sumarsono, yang telah mengelola lebih dari 85 properti hotel di Indonesia.

Ditambah Country Market Manager Traveloka Louis Alfonso, yang menjelaskan strategi digitalisasi dan penguatan kolaborasi dengan platform online travel agent (OTA).

"Mengapakami mengundang dari partner online? Karena sesungguhnya, kalau bicara tentang pasar, pasar itu berubah. Dahulu rata-rata, market segmen presentasenya berapa dari online. Dulu 20-30 persen saja. Sementara sekarang bisa mencapai 45 bahkan 60 persen. Itu sehat atau tidak, tergantung masing-masing melihatnya," papar Julia.

Semua bisnis akan memikirkan konsekuensi dari resiko.

Termasuk bagaimana menjawab tantangan industri perhotelan ke depan yang bukan hanya soal pelayanan.

Namun juga bagaimana SDM mampu bertransformasi secara digital.

"Dari sesi tadi sudah jelas memberikan arahan, acuan, dan pembelajaran bagi semua. Semua akan dicocokkan dengan karakter hotel setempat. Karena materi yang sama, penerapannya bisa sangat berbeda-beda tergantung karakter GM itu sendiri dan unit hotelnya," lanjut Julia.

Sementara itu, salah satu narasumber yang juga CEO & Founder Azana Hospitality Management, Dicky Sumarsono memandang bisnis hotel sekarang ini masih seksi.

Namun, pihak hotel harus mampu mengkurasi lebih ekstra dibanding dahulu.

"Sekarang kami harus bisa mengkurasi market, mengkurasi potensi, mengkurasi arah ke depan. Contohnya, hotel yang kita kelola jika sudah dikurasi dari awal. Lokasi, konsep, dan investasi benar, maka pasti ramai. Tiga-tiganya pas, tidak berlebihan," paparnya.

Dicky juga mengingatkan perihal market sasaran bisnis hotel sekarang ini. Untuk memompa pelanggan datang, diperlukan ekstra strategi dan effort yang tinggi.

"Berbeda dengan dahulu. Apakah masih ada goverment? masih ada dong, tidak mungkin hilang total. Tapi (presentasenya) mengecil. Tapi yang lain bertambah, namun cara mendapatkannya tidak akan mudah," lanjutnya.

"Saya tetap yakin, selama kita mengkurasinya tepat, bisnis hotel akan tetap bagus," imbuhnya.

Sementara itu, dipilihnya Solo sebagai tuan rumah acara menjadi simbol perpaduan antara tradisi dan modernitas, sekaligus menegaskan komitmen IHGMA dalam mendorong potensi destinasi wisata berbasis budaya.

Rangkaian acara Rakerda juga diisi dengan penyampaian program kerja organisasi, forum diskusi antar anggota, serta sesi networking yang memperkuat jejaring dan solidaritas antar pelaku industri perhotelan. (nis/nik)

Editor : Niko auglandy
#ihgma #hotel