RADARSOLO.COM – Jelang pergantian bulan pada Rabu, 1 April 2026 besok, spekulasi mengenai penyesuaian harga Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi kembali mencuat.
Di tengah tensi geopolitik di Iran yang mengganggu jalur vital Selat Hormuz, harga minyak mentah dunia kini telah melambung di atas USD 100 per barel, yang secara otomatis memberikan tekanan besar pada harga jual eceran di tanah air.
Ekonom Universitas Airlangga (UNAIR), Wisnu Wibowo, menilai jika terjadi kenaikan harga pada produk seperti Pertamax hingga Pertamina Dex per 1 April besok, hal tersebut merupakan konsekuensi logis.
Skema penetapan harga BBM nonsubsidi di Indonesia memang mengikuti mekanisme pasar internasional.
Baca Juga: Viral Kabar Harga BBM Bakal Naik April 2026, Bagaimana Nasib Pertalite?
Konsekuensi Logis Dinamika Global
Wisnu memprediksi jika terjadi penyesuaian, kenaikannya masih akan berada di angka moderat.
"Kenaikan BBM nonsubsidi saya prediksi masih di bawah 10 persen, sekitar 5 sampai 10 persen," jelas Wisnu dilansir JawaPos.com, Senin (30/3/2026).
Mekanisme ini diatur dalam Keputusan Menteri ESDM Nomor 245.K/MG.01/MEM.M/2022, di mana harga disesuaikan secara berkala mengikuti tren Mean of Platts Singapore (MOPS).
Wisnu menambahkan bahwa variabel harga acuan dan kurs saat ini sangat dinamis, sehingga wajar jika badan usaha melakukan penyesuaian untuk menjaga keberlangsungan pasokan.
Sebagai gambaran, pada periode Februari ke Maret 2026, sejumlah produk sudah mengalami kenaikan tipis:
Pertamax: Naik menjadi Rp12.300/liter.
Pertamax Turbo: Naik menjadi Rp13.100/liter.
Pertamina Dex: Naik menjadi Rp14.500/liter.
Baca Juga: Ramai Prediksi BBM Nonsubsidi Naik per 1 April 2026, Harga Pertamax Bisa Jadi Rp14.500 per Liter
Perbandingan ASEAN: Harga BBM Indonesia Masih "Juara" Murah
Meski isu kenaikan terus bergulir, fakta menarik terungkap saat membandingkan harga BBM di Indonesia dengan negara-negara tetangga di Asia Tenggara.
Berkat kebijakan subsidi dan kompensasi, harga BBM di Indonesia tetap menjadi salah satu yang paling terjangkau di kawasan ASEAN.
Berikut adalah komparasi harga BBM (dikonversi ke Rupiah) di beberapa negara ASEAN per Maret 2026:
1. Indonesia (Pertamina)
Pertalite: Rp10.000 per liter
Solar subsidi: Rp6.800 per liter
Pertamax (RON 92): Rp12.300 per liter
Pertamax Green (RON 95): Rp12.900 per liter
Pertamax Turbo (RON 98): Rp13.100 per liter
Dexlite: Rp14.200 per liter
Pertamina Dex: Rp14.500 per liter
2. Malaysia
Bensin RON 97: 4,55 ringgit per liter (sekitar Rp19.199)
Bensin RON 95: 1,99 ringgit per liter (sekitar Rp8.396)
Solar: 4,72 ringgit per liter (sekitar Rp19.923)
3. Filipina
Bensin RON 91: 56,65 peso per liter (sekitar Rp15.843)
Bensin RON 95: 58,15 peso per liter (sekitar Rp16.263)
Bensin RON 100: 67,99 peso per liter (sekitar Rp19.017)
Solar: 56,74 peso per liter (sekitar Rp15.870)
Baca Juga: Link Live Streaming Indonesia vs Bulgaria: Nonton Gratis di TV Final FIFA Series 2026 Malam Ini!
4. Singapura
Bensin RON 95: 2,91 dolar Singapura per liter (sekitar Rp28.359)
Bensin RON 92: 2,88 dolar Singapura per liter (sekitar Rp37.964)
Bensin RON 98: 3,42 dolar Singapura per liter (sekitar Rp45.082)
Solar: 2,61 dolar Singapura per liter (sekitar Rp34.394)
5. Thailand
Gasohol E85 (campuran bensin–etanol): 24,79 baht per liter (sekitar Rp12.833)
Gasohol E20: 28,05 baht per liter (sekitar Rp14.520)
Gasohol 91: 32,68 baht per liter (sekitar Rp16.917)
Gasohol 95: 33,05 baht per liter (sekitar Rp17.108)
Bensin (petrol): 41,64 baht per liter (sekitar Rp21.559)
Super Power Diesel: 44,64 baht per liter (sekitar Rp23.112)
Super Power Gasohol 95: 42,04 baht per liter (sekitar Rp21.766)
Baca Juga: Investasi Bodong Air Kemasan di Sragen, Seret Nama Eks Ketua Partai: Korban Rugi Ratusan Juta
6. Vietnam
Bensin RON 95: 24.330 dong per liter (sekitar Rp15.678)
E5 RON 92: 28.070 dong per liter (sekitar Rp18.088)
Solar: 35.440 dong per liter (sekitar Rp22.840)
Beban APBN dan Nasib Pertalite
Kenaikan harga minyak dunia yang menembus angka USD 100 per barel menjadi alarm bagi fiskal negara.
Setiap kenaikan USD 1 pada harga minyak berpotensi menambah beban belanja subsidi dan kompensasi dalam APBN hingga Rp6,7 triliun.
Oleh karena itu, penyesuaian harga pada BBM nonsubsidi menjadi instrumen penting untuk mengerem pembengkakan beban negara.
Hingga saat ini, pemerintah masih memastikan harga BBM bersubsidi seperti Pertalite tetap di angka Rp10.000 per liter dan Solar subsidi di angka Rp6.800 per liter. (ria)
Editor : Syahaamah Fikria