Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Rupiah Melemah, Pakar Ekonomi Soroti Keterlibatan TNI/Polri Dalam Program MBG dan KDKMP

Alfida Nurcholisah • Minggu, 17 Mei 2026 | 18:21 WIB
Ilustrasi kurs rupiah melemah terhadap dolar. (M IHSAN/RADAR SOLO)
Ilustrasi kurs rupiah melemah terhadap dolar. (M IHSAN/RADAR SOLO)

RADARSOLO.COM – Nilai tukar rupiah semakin anjlok, menjadi alarm bagi pemerintah untuk segera membenahi kebijakan ekonomi domestik.

Karena itu, Pakar Ekonomi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) Anton Agus Setyawan mendorong pemerintah agar mengevaluasi program makan bergizi gratis (MBG) dan koperasi desa kelurahan merah putih (KDKMP).

Anton menjelaskan, penyebab melemahnya kurs rupiah masih didominasi faktor eksternal.

Terutama ketegangan geopolitik di Timur Tengah, yang memicu lonjakan harga minyak mentah dan gangguan rantai pasok global.

Baca Juga: Rupiah Anjlok, Presiden Prabowo Sebut Orang Desa Enggak Pakai Dolar, Pengamat Ekonomi Beber Faktanya

“Investor global saat ini pilih wait and see, karena mereka melihat kerentanan di dalam negeri. Sehingga Indonesia dianggap bukan tempat atau negara yang layak untuk investasi,” jelas Anton.

Selain itu, Agus juga menyoroti beban subsidi BBM yang masih tinggi. Termasuk program MBH dan KDKMP yang terkesan spontan dan kurang perencanaan.

Ia mendesak pemerintah untuk mengurangi keterlibatan TNI/Polri pada kedua program itu.

Baca Juga: Gen Z Harus Tahu! Kilas Balik Krisis Moneter (Krismon) 1998: Runtuhnya Ekonomi Orde Baru dan Lahirnya Era Reformasi

“Ada baiknya sektor swasta dilibatkan. Terutama UMKM, lebih didorong untuk masuk ke dalam dua program unggulan ini,” beber Agus.

Pelemahan rupiah, lanjut Agus, pada akhirnya menciptakan dualisme kondisi ekonomi yang timpang. Baik di sektor industri maupun antarwilayah.

“Di satu sisi, industri manufaktur domestik bergantung pada bahan baku impor. Akhirnya tercekik karena biaya produksi naik. Sedangkan sektor primer seperti eksporter pertambangan mineral dan batubara, justru meraup untung besar,” ujarnya. (alf/fer)

Editor : fery ardi susanto
#rupiah #KDKMP #pakar ekonomi #Mbg