Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Tim Pengabdi Seni Solo: Bawa Karawitan Masuk Kalangan Anak Muda lewat Kreativitas Unik

Maulida Afifa Tri Fahyani • Kamis, 4 April 2024 | 02:20 WIB

 

 

 

Kelompok Karawitan Tim Pengabdi Seni  tampil di Lokananta, Sabtu malam (16/3/2024).
Kelompok Karawitan Tim Pengabdi Seni tampil di Lokananta, Sabtu malam (16/3/2024).

RADARSOLO.COM -- Di tengah laju modernisasi, eksistensi budaya lokal rentan terpinggirkan. Masyarakat cenderung menyukai budaya modern. Namun, ada sebuah kelompok konten kreator asal Solo yang berupaya mengubah paradigma ini. Mereka mengedukasi masyarakat tentang salah satu kekayaan budaya, yaitu karawitan. Mereka adalah Tim Pengabdi Seni.

 

Kegelisahan  atas minimnya informasi mengenai seni tradisi dirasakan Laurentius Hanan bersama teman-temannya. Memasuki era digital, seni tradisi terasa minim perhatian, bahkan semakin terlupakan oleh masyarakat.

 Baca Juga: PARENTING: Sisi Positif Mendidik Anak dengan Musik Tradisional, Seni Karawitan Bisa untuk Membentuk Karakter Diri

Sebagai seniman, Hanan menyadari pentingnya menjaga eksistensi budaya. Hal ini dia wujudkan dengan membentuk kelompok konten kreator yang diberi nama Tim Pengabdi Seni. Kelompok ini dengan gigih memberikan edukasi tentang Karawitan melalui media sosial.

 

"Karena fenomena yang kami lihat, konten di media sosial (Instagram, TikTok, dan lainnya) jarang yang membahas khusus karawitan. Sehingga kurang terekspose. Nah, makanya kami ingin mengedukasi masyarakat lewat media sosial. Karena kalau bukan kita siapa lagi," kata Hanan kepada Jawa Pos Radar Solo.

 Baca Juga: Razan Wirjosandjojo, Mahasiswa ISI Surakarta: Dari Geluti Seni Tari, Kini Rambah Dunia Perfilman

Terbentuk sejak 2023, Tim Pengabdi Seni bertekad menyebarkan pengetahuan tentang karawitan melalui platform online. Dengan beranggotan sekitar 10 orang dari berbagai latar belakang. Tim ini berbagi tugas untuk mewujudkan konten menarik tentang gamelan dan karawitan, supaya diterima masyarakat.

 

Sebelum menghasilkan konten, Tim Pengabdi Seni melakukan riset yang mendalam. Mereka membaca jurnal-jurnal ilmiah tentang karawitan dan berkonsultasi dengan dosen-dosen ahli. Hasil risetnya kemudian diolah menjadi konten-konten menarik yang bisa dijangkau oleh masyarakat umum. 

 

Mulai dari informasi berbentuk gambar interaktif, narasi, hingga video pendek. Semua disajikan dengan bahasa yang mudah dipahami semua kalangan.

 

"Iya kami membuat ide, kemudian proses brainstorming. Lalu kami jalankan dengan beberapa teman. Lalu ada yang membuat narasi sekalian membuat apa menata desain kontennya," jelasnya.

 

Gamel's fact, video penjelasan, kutipan/pesan para empu karawitan adalah sebagian jenis konten Tim Pengabdi Seni. Di sana mereka menuliskan berbagai informasi dan fakta menarik tentang karawitan yang jarang diketahui banyak orang.

 

Seperti membahas tokoh karawitan Jawa Ki Tjokrowarsito. Seorang pelopor pembaharuan garap karawitan di era 1934-1992. Semangat pembaharuan dari Ki Tjokrowarsito inilah yang hendak digaungkan Tim Pengabdi Seni kepada seniman dan masyarakat. Khususnya kepada generasi muda, supaya karawitan terus berkembang.

 

Tidak hanya gamelan atau karawitan Jawa, Tim Pengabdi Senin turut membahas karawitan dari berbagai daerah. Seperti gamelan gong kebyar Bali dan instrumen rindik yang rupanya pernah menginspirasi salah satu film anime asal Jepang. Musik gamelan Jawa yang pernah digunakan dalam film-film Disney land. Gamelan yang dijadikan alat terapi narapidana di Inggris dan sebagainya.

 

Selain itu, juga informasi mengenai peran gamelan di masyarakat, eksistensi gamelan di lingkup global, penemuan-penemuan tentang gamelan disajikan Tim Pengabdi Seni. Semua dibahas baik melalui platform Instagram dan Tiktok.

 

"Kami membahas banyak hal. Untuk saat ini kami memang fokus ke karawitan. Tapi ke depan kami juga berusaha mengembangkan ke lainnya," terang Hanan.

 

Hanan mengakui saat ini minat generasi muda kepada karawitan kian meredup. Hal ini menurutnya, karena anak muda kekurangan informasi mengenai karawitan dasar. Yang kerapkali dianggap rumit dan kuno. Padahal karawitan juga bisa melakukan pembaharuan. Karawitan menyimbolkan kekayaan budaya bangsa.

 

Maka dari itulah dia mendorong anak muda untuk semakin mengenal karawitan. Dimana Tim Pengabdi Seni juga melaunchingkan slogan Karawitan Is Attitude. Yang mereka wujudkan pula dengan membuat kaos.

 

Kalimat itu bukanlah sekadar slogan. Menurut Hanan, karawitan memang menyimbolkan karakteristik masyarakat. Tata krama ketika bersinggungan dengan gamelan dan karawitan perlu ditingkatkan. Sebab kedua hal ini memiliki nilai adiluhung yang erat dengan sejarah bangsa.

 

"Kami memberikan pesan Karawitan is Attitude. Karena budaya itu juga attitude, bahwa menabuh gamelan itu ada tata kramanya. Seperti kita tidak boleh melangkahi gamelan, kita tidak boleh nyecek rokok di rancak gamelan dan lainnya," tegas Hanan.

 

"Harapannya dengan upaya Tim Pengabdi Seni ini karawitan bisa semakin dikenal masyarakat semua kalangan. Khususnya juga anak muda, sebagai generasi pewaris budaya kita," sambung Hanan. (*/bun)

Editor : Kabun Triyatno
#modernisasi #tim pengabdi seni #tradisi #Karawitan