RADARSOLO.COM - Sosok Budi Santoso menjadi bukti bahwa impian besar bisa diraih dari tekad yang kuat. Putra asal Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah ini kemarin resmi dilantik menjadi menteri perdagangan di Kabinet Merah Putih.
Suasana haru menyelimuti upacara pelantikan di Istana Negara pada Senin (21/10), di mana Budi Santoso bersama 48 menteri dan sejumlah kepala lembaga lainnya dilantik oleh Presiden Prabowo.
Di hadapan pejabat dan tamu undangan, Budi memberikan pidato singkat dengan suara bergetar, menahan haru atas kepercayaan besar yang diberikan kepadanya.
"Hari ini adalah momen bersejarah bagi kami semua. Ini adalah kehormatan besar, sekaligus tanggung jawab yang berat yang harus kita emban bersama," ujarnya dengan mata berkaca-kaca.
Budi Santoso bukanlah sosok asing bagi masyarakat Sukoharjo. Lahir dan besar di Kelurahan Sonorejo, Kecamatan Sukoharjo, Budi dikenal sebagai pribadi tenang dan penuh konsentrasi sejak masa mudanya.
Santosa Budi Utomo, teman sekolah Budi, mengenang bagaimana sahabatnya itu selalu tampil kalem namun berprestasi, baik di bidang akademik maupun olahraga.
"Dia aktif di lapangan basket, bahkan ikut breakdance. Karakter tenangnya menjadi kunci suksesnya hari ini," cerita Santosa sembari tersenyum.
Setelah menyelesaikan pendidikan di SMAN 1 Sukoharjo, Budi melanjutkan studinya di Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, mengambil jurusan ilmu komunikasi di fakultas ilmu sosial dan ilmu politik (FISIP). Prestasi akademik dan hobinya di dunia olahraga, terutama basket, membentuk kepribadian Budi yang penuh disiplin dan tanggung jawab.
Langkah Budi di dunia pemerintahan dimulai saat dia bergabung dengan Kementerian Perdagangan sebagai ASN. Perlahan tapi pasti, kariernya melesat hingga dipercaya sebagai sekretaris jenderal (Sekjen) Kementerian Perdagangan sebelum akhirnya dipilih menjadi menteri.
Warga Sukoharjo pun menyambut pencapaian Budi dengan bangga. Agus Widanarko, salah satu warga Kelurahan Sonorejo, mengatakan bahwa keberhasilan Budi adalah inspirasi bagi generasi muda.
"Pak Budi tidak lupa dengan asal-usulnya, dan itu yang membuat kami bangga. Ia adalah simbol kerja keras dan ketekunan," katanya.
Sementara itu, Dekan FISIP UNS Didik Gunawan Suharto juga menyampaikan rasa bangganya atas pencapaian Budi.
"Kepercayaan ini membuktikan bahwa alumni FISIP UNS mampu bersaing dan berkontribusi dalam pembangunan nasional. Kami berharap pencapaian ini menjadi inspirasi bagi para mahasiswa untuk terus berkarya," ujarnya.
Sebagai menteri perdagangan, Budi Santoso telah menyiapkan tiga prioritas utama, yakni pengamanan pasar dalam negeri, perluasan pasar ekspor, dan peningkatan ekspor UMKM.
"Kami akan membuat program-program untuk mendukung tiga prioritas ini, karena instrumen dan kebijakannya sudah ada di Kemendag. Semua harus bersinergi agar program bisa berjalan dengan baik," tutup Budi Santosa dalam acara serah terima jabatan di Kementerian Perdagangan, Senin sore. (kwl/zia/bun)
Editor : Kabun Triyatno