Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Dari Atletik ke Anggar, Akhmad Saidah Buktikan Semangat Juang tanpa Batas Persembahkan Lima Emas

Mannisa Elfira • Sabtu, 26 Oktober 2024 | 03:57 WIB
Akmad Saidah saat tampil di Peparnas Solo XVII awal Oktober lalu.
Akmad Saidah saat tampil di Peparnas Solo XVII awal Oktober lalu.

RADARSOLO.COM - Sempat vakum hingga pindah cabang olahraga (cabor), nama Akhmad Saidah masih mentereng di wheelchair fencing (anggar kursi roda). Dengan persiapan mepet, pria asal Klaten tersebut berhasil menyabet lima medali emas dalam satu event.

Otaknya cerdas, gerakannya cepat. Senjatanya pun tepat sasaran. Saking jagonya, tak heran jika Akhmad Saidah memborong lima medali emas sekaligus di Pekan Paralimpiade Nasional (Peparnas) Solo XVII 2024 lalu.

Tapi siapa sangka, torehan emas tersebut tercipta dari persiapan yang mepet. Wheelchair fencer asal Klaten itu mempersiapkan diri hanya dalam waktu dua bulan. Bahkan dia sebelumnya sempat masuk pelatda atletik. 

Menilik ke belakang, Said--sapaan akrabnya--sejatinya sudah menggeluti anggar sejak 2018 silam. Mengikuti seleksi nasional Asia Para Games Jakarta. Delapan bulan bergulat di bidang ini, Said masih belum meraih medali.

"Setelah 2018, anggar kursi roda Indonesia sempat vakum selama enam tahun," ujar Said kepada Jawa Pos Radar Solo, Kamis (24/10).

Selama vakum, Said kembali terjun ke dunia atletik yang sudah dikenalnya sejak 2008 silam. Di cabor atletik, Said masuk dalam kategori atlet elite. Selama itu juga Said sama sekali tak berlatih anggar.

"Baru muncul lagi anggar di Peparnas tahun ini. Kebetulan mepet juga persiapannya. Diumumkan dua bulan sebelum pertandingan," sambung Said.

Bukan hal yang mudah, lantaran atletik dan anggar memiliki perbedaan yang signifikan. Bagi Said, atletik merupakan olahraga terukur, sementara anggar itu olahraga permainan. Sehingga sangat berbeda.

"Di atletik saya balap kursi roda kategori T54 yang kebetulan ada sama-sama menggunakan keterampilan tangan. Untuk power dan kecepatan saya sudah dapat di atletik. Sehingga ada nyambungnya di anggar," sebutnya.

"Tapi di anggar ada pengolahan keterampilan lagi. Kalau di fisik mungkin ada nyambungnya, tapi keterampilan berbeda sekali," sambungnya.

Namun Said cepat adaptasi. Di cabor manapun, pria kelahiran 1980 tersebut akan all out demi memberikan yang terbaik bagi daerahnya ataupun Indonesia.

"Makanya dimanapun tempat saya berada, di cabor manapun saya tetap totalitas mempelajari. Memang awalnya saya sempat ragu dalam persiapan dua bulan, tapi coach bisa meyakinkan saya," tambahnya.

Di waktu yang mepet, Said coba memupuk semangatnya untuk terjun. Menariknya, pia kelahiran Temanggung tersebut langsung mengikuti lima nomor pertandingan. Di antaranya floret individu putra kategori A, floret beregu putra, degen individu putra kategori A, degen beregu putra, dan sabel beregu putra.

"Saya turun di tiga nomor senjata, itu jelas berbeda. Tapi di anggar ada tiga jenis senjata yang cara pakainya dan bidang sasarannya berbeda. Tekniknya berbeda. Tantangan terberat saya ini," ujarnya. 

Bukan hanya itu, tantangan Said lainnya adalah bagaimana dia mengelola pendewasaannya sendiri. Baginya, kebanyakan atlet susah menerima masukan dari pelatihnya.

"Ini juga tantangan," tuturnya.

Meski begitu, Said mampu unjuk gigi dengan menyumbangkan lima emas untuk kontingen Jawa Tengah. Ke depan, Said ingin kembali masuk tim pemusatan latihan nasional (pelatnas). 

"Harapan saya ke depan saya ingin sekali masuk Timnas untuk event WAS di Jakarta 2025, APG thailand 2016, Asian Paragames dan juga Paralimpiade 2028," ucapnya.

Tak ada yang tak mungkin, apalagi Said memiliki potensi di cabor ini. Di mata sang pelatih, Hendra Faradilah, Said merupakan orang yang memiliki semangat juang tinggi. Yang tak kalah penting, dia disiplin.

"Awalnya dia masih ragu untuk main di anggar karena sudah masuk di pelatda cabor atletik. Dia bicara sama saya, apakah saya mampu untuk mendapatkan medali emas dengan waktu yang ada? Saya jawab insya Allah kamu bisa, bahkan saya yakin kamu bisa dapat lebih dari dua emas," ujar Hendra.

"Tapi dengan syarat kamu disiplin dan percaya dengan apa yang saya latih. Kita butuh saling percaya dan menguatkan. Alhamdulillah semua berjalan dengan baik dan saling menguatkan. Satu per satu emas diraih hingga lima emas," sambungnya. (nis/bun)

 

Editor : Kabun Triyatno
#olahraga #anggar #peparnas