Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Mengenal Monumen Tanah Kritis yang ada di Jumantono, Karanganyar

Damianus Bram • Minggu, 26 Mei 2024 | 22:32 WIB
PRIHATIN: Pengunjung melihat tanah gersang yang diawetkan dalam bangun joglo di Monumen Tanah Kritis, Desa Sukosari, Kecamatan Jumantono, Karanganyar.
PRIHATIN: Pengunjung melihat tanah gersang yang diawetkan dalam bangun joglo di Monumen Tanah Kritis, Desa Sukosari, Kecamatan Jumantono, Karanganyar.

RADARSOLO.COM - Di Kabupaten Karanganyar juga menghadirkan museum dan monumen yang layak untuk dikunjungi. 

Salah satunya adalah Monumen Tanah Kritis yang ada di Desa Sukosari, Kecamatan Jumantono, Karanganyar Kritis.

Monumen ini didirikan sebagai pengingat bagi masyarakat bahwa dulunya Jumantono merupakan kawasan gersang. Seiring dengan adanya konservasi, tanah di Jumantono berubah menjadi subur.

Monumen Tanah Kritis berdiri di atas lahan seluas 9.125 meter persegi. Berupa gundukan tanah gersang yang telah diawetkan. Tanah tersebut berada di dalam bangunan utama berbentuk joglo.

Keberadaan tanah tersebut merupakan bukti yang tersisa dari sejarah Jumantono. Di mana kawasan tersebut dulunya gersang.

Berkat gerakan konservasi tanah dan air, Jumantono perlahan menjadi wilayah yang subur. Bisa ditanami palawija dan buah-buahan. Bahkan saat ini mata pencaharian terbesar di sini adalah petani

Monumen Tanah Kritis dibangun pemerintah pusat di masa Orde Baru, di bawah kepemimpinan Presiden Soeharto.

Monumen ini diresmikan oleh Menteri Kehutanan Sujarwo di era 80-an, sebagai sarana edukasi dalam rangka menjaga lingkungan dari bahaya kekeringan.

 

Selain ikon tanah gersang, monumen ini juga dilengkapi sejumlah fasilitas penunjang. Di antaranya arboretum, selter, saluran air dan bangunan terjunan, kantor pengelola, musala, hingga toilet.

Sebagai informasi, Monumen Tanah Kritis ini buka setiap hari. Sedangkan jam operasionalnya mulai dari pukul 18.00 -16.00 WIB. (dam)

Editor : Damianus Bram
#karanganyar #jumantono #Wisata di Karanganyar #gersang #Monumen Tanah Kritis