RADARSOLO.COM – Permintaan hewan kurban untuk Idul Adha tahun ini sedikit mengalami penurunan. Diduga lantaran faktor ekonomi masyarakat dan tingkat kebutuhan yang meningkat.
Salah seorang pedagang hewan kurban di Kelurahan Lalung, Kecamatan Karanganyar, Anggit mengungkapkan, jelang Hari Raya Idul Adha, kelompok ternak di Karanganyar mengeluhkan permintaan hewan kurban tidak sebanding dengan tahun sebelumnya.
”Tahun ini sedikit berbeda. Mungkin karena inflasi dan banyaknya kebutuhan. Kemudian banyak masyarakat yang nganggur, hal tersebut juga berdampak dalam penjualan hewan kurban. Ya kalau dipersentase penurunan sekitar 20 persen dari tahun sebelumnya,” teranganya.
Anggit menambahkan, meski permintaan menurun, dia bersama pedagang lainnya tetap melayani masyarakat yang akan mencari hewan kurban.
”Ya biasanya itukan stoknya sampai dengan 10 - 20 ekor, bahkan 100 ekor. Tapi kalau untuk stok banyak-banyak tidak berani, paling stok itu hanya dua atau tiga ekor sapi saja,” paparnya.
Anggit menyebut, harga kambing juga mengalami penurunan. ”Harganya itu tidak tentu. Kalau untuk sapi, harganya kisaran Rp 20 juta - 23 juta,” ungkap Anggit.
Petugas Medik Veteriner, Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan (Dispertan PP) Karanganyar Fathurrahman mengungkapkan, pekan ini pihaknya sudah menjadwalkan pemeriksaan sejumlah hewan kurban yang mulai dijual di pasaran.
Pemerintah berharap pembeli hewan kurban lebih selektif. Pasalnya dia mengindikasi masih ada hewan ternak terjangkit penyakit mulut dan kuku (PMK) yang diduga akan dijual untuk hewan kurban.
”Rencana pekan pengecekan tidak hanya di pasar, tetapi juga di kandang-kandang milik peternak,” tandasnya. (rud/adi)
Editor : Adi Pras