RADARSOLO.COM – Tradisi malam Satu Suro yang selalu menyedot ribuan peziarah dan pendaki di Gunung Lawu mulai diantisipasi serius oleh pengelola.
Perusahaan Umum Daerah (PUD) Aneka Usaha Karanganyar memperketat pengawasan di dua jalur pendakian utama, yakni via Candi Cetho, Kecamatan Jenawi, dan via Cemoro Kandang, Kecamatan Tawangmangu.
Direktur Utama PUD Aneka Usaha Karanganyar Samidi mengatakan, peningkatan pengawasan dilakukan untuk menjamin keselamatan para pendaki sekaligus mengantisipasi lonjakan kunjungan selama Bulan Suro yang diperkirakan lebih tinggi dibanding hari biasa.
Baca Juga: Polres Karanganyar Gandeng PPNS Perkuat Penanganan Perkara Hukum
”Momentum Suro selalu menjadi periode dengan aktivitas pendakian tertinggi di Gunung Lawu. Karena itu kami memastikan seluruh sistem pelayanan dan pengawasan berjalan optimal selama 24 jam penuh,” ujar Samidi, Jumat (5/6/2026).
Menurutnya, seluruh pos pendakian akan dioperasikan secara maksimal dengan dukungan personel gabungan dari berbagai unsur.
Mulai dari Perum Perhutani KPH Surakarta, BPBD Karanganyar, organisasi relawan Anak Gunung Lawu (AGL), LMDH Ceto, hingga tim SAR.
”Kami tidak bekerja sendiri. Pengamanan dilakukan secara terpadu bersama seluruh stakeholder yang selama ini menjadi mitra pengelolaan jalur pendakian Lawu. Tujuannya agar pengawasan lebih efektif dan respons terhadap kondisi darurat bisa dilakukan lebih cepat,” tambahnya.
Samidi menjelaskan, pola pengawasan diterapkan secara berlapis sejak pendaki melakukan registrasi di basecamp.
Petugas akan melakukan pemeriksaan administrasi, kelengkapan perlengkapan pendakian, hingga memantau pergerakan pendaki melalui pos-pos pengawasan yang tersebar di sepanjang jalur.
Baca Juga: 10 Pejabat Baru Pemkab Karanganyar Dilantik, Bupati Minta segara Tancap Gas
Selain itu, kepatuhan terhadap registrasi resmi atau Surat Izin Masuk Kawasan Konservasi (SIMAKSI) juga menjadi perhatian utama. Petugas akan memastikan seluruh pendaki tercatat dan mengikuti prosedur yang telah ditetapkan.
”Pendataan pendaki menjadi hal yang sangat penting. Dengan data yang akurat, proses monitoring maupun evakuasi apabila terjadi keadaan darurat bisa dilakukan lebih cepat dan tepat,” jelasnya.
Memasuki musim kemarau yang identik dengan cuaca dingin ekstrem atau bediding, pengelola juga meningkatkan pemantauan terhadap waktu turun para pendaki.
Baca Juga: Disdikbud Sragen Jamin SPMB Tahun Ajaran 2026/2027 Lancar
Langkah tersebut dilakukan untuk meminimalkan risiko pendaki terjebak kondisi cuaca yang dapat membahayakan keselamatan.
Samidi mengimbau seluruh pengunjung dan pendaki mematuhi arahan petugas selama berada di kawasan Gunung Lawu. Ia menegaskan bahwa keselamatan tetap menjadi prioritas utama dibanding target mencapai puncak.
”Kami mengajak seluruh pendaki dan peziarah untuk tertib mengikuti aturan yang berlaku. Jangan memaksakan diri apabila kondisi fisik tidak memungkinkan. Keselamatan harus menjadi prioritas utama bagi semua pihak,” tegasnya. (rud/adi)
Editor : Adi Pras