Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Bunyi 'Klik' di Lutut karena Cedera Olahraga? Awas, Bisa Jadi Kamu Butuh Penanganan Serius!

Tri wahyu Cahyono • Selasa, 8 Juli 2025 | 21:39 WIB
Kesulitan menggerakkan lutut, atau bunyi ‘klik’ yang terdengar atau terasa saat jatuh, bisa jadi tanda adanya kerusakan struktural.
Kesulitan menggerakkan lutut, atau bunyi ‘klik’ yang terdengar atau terasa saat jatuh, bisa jadi tanda adanya kerusakan struktural.

RADARSOLO.COM-Nyeri lutut menjadi salah satu jenis cedera olahraga yang sering dianggap sepele.

Namun, jika tidak kunjung sembuh dan mulai mengganggu aktivitas, nyeri ini bisa menjadi tanda cedera serius.

Seperti robekan ligamen, kerusakan tulang rawan, atau bahkan patah tulang.

Jika kondisi tersebut tidak membaik dengan istirahat, fisioterapi, atau pengobatan konservatif lainnya, ini saatnya Anda memahami kapan waktu yang tepat untuk mendapatkan penanganan lanjutan.

Salah satu bentuk penanganan lanjutan adalah penggantian lutut total atau Total Knee Replacement (TKR).

Yakni mengganti sendi lutut yang rusak dengan implan buatan.

Prosedur ini biasanya ditujukan bagi pasien dengan kerusakan tulang rawan pada sendi (osteoartritis), radang sendi akibat autoimun (rheumatoid arthritis), atau cedera traumatis.

Dalam kasus seperti ini, dokter spesialis ortopedi akan melakukan evaluasi menyeluruh untuk menilai tingkat kerusakan dan menentukan apakah tindakan operasi perlu dilakukan.

Lalu, bagaimana cara mengetahui adanya masalah serius pada lutut?

Dokter Spesialis Ortopedi dan Traumatologi Mayapada Hospital Surabaya, dr. Reyner Valiant Tumbelaka, M.Ked.Klin., Sp.O menjelaskan, nyeri lutut setelah olahraga memang umum terjadi.

"Namun, jika berlangsung tiba-tiba akibat trauma disertai pembengkakan, kesulitan menggerakkan lutut, atau bunyi ‘klik’ yang terdengar atau terasa saat jatuh, bisa jadi tanda adanya kerusakan struktural," bebernya.

Bila dibiarkan, kondisi ini berisiko berkembang menjadi osteoartritis yang parah dan bisa jadi memerlukan tindakan TKR di kemudian hari untuk memulihkan fungsi lutut dan kualitas hidup pasien.

Baca Juga: Teknologi Robotik dalam Ortopedi, Inovasi Baru untuk Operasi Lutut yang Lebih Nyaman

Kerusakan sendi lutut umumnya tidak terjadi secara tiba-tiba, melainkan berkembang perlahan seiring waktu, terutama jika cedera awal tidak ditangani dengan tepat.

Cedera yang dibiarkan dapat memicu proses degeneratif pada sendi lutut, di mana tulang rawan yang berfungsi melindungi permukaan sendi secara perlahan menipis, bahkan bisa menghilang sepenuhnya.

"Ketika tulang rawan ini rusak, tulang-tulang di dalam sendi mulai bergesekkan satu sama lain, menimbulkan nyeri yang intens dan membatasi pergerakan," ungkap dr. Reyner.

Pada tahap ini, pengobatan konservatif pada umumnya tidak lagi memberikan hasil yang efektif dan tindakan TKR dapat dipertimbangkan sebagai solusi jangka panjang untuk memulihkan fungsi dan kenyamanan pasien.

Prosedur TKR dapat dilakukan di Mayapada Hospital Surabaya.

Diawali dengan evaluasi menyeluruh melalui MRI, X-ray, dan CT scan untuk melihat kondisi sendi lutut secara detail.

Selain kondisi medis, pasien juga akan dinilai berdasarkan kebutuhan dan gaya hidup, agar tindakan operasi dapat disesuaikan sehingga hasilnya optimal.

Anda pun tidak perlu khawatir dengan masa pemulihan yang lama, karena Mayapada Hospital Surabaya menggunakan teknologi robotik VELYS™ Robotic-Assisted Solution dalam prosedur TKR.

"Robot-assisted TKR menghadirkan presisi tinggi dalam pemasangan implan, yang membantu mengurangi risiko komplikasi dan mempercepat pemulihan pasien," terang dr. Reyner.

Salah satu pasien yang merasakan manfaat prosedur ini adalah seorang pria berusia 45 tahun dengan cedera lutut kronis akibat bermain bola selama lima tahun.

"Setelah percobaan dengan fisioterapi gagal, akhirnya berkonsultasi di Mayapada Hospital dan disarankan untuk melakukan tindakan robotik TKR. Prosedur berjalan lancar dan dalam dua bulan sudah dapat berjalan normal tanpa sakit," ujar pasien tersebut.

Perlu dipahami bahwa tidak semua nyeri lutut perlu ditindak dengan operasi, namun sekecil apa pun nyeri yang dialami perlu dikonsultasikan dengan dokter.

Nyeri lutut yang dialami dapat dikonsultasikan lewat layanan Orthopedic Center Mayapada Hospital Surabaya, yang menyediakan perawatan menyeluruh dan berstandar internasional.

Baca Juga: Fast Track RSUD Dr Moewardi Jadi Perhatian Gubernur Jateng: Prioritaskan Pasien Khusus

Mulai dari deteksi dini, diagnosis, tindakan, hingga terapi dan perawatan pasca-tindakan untuk berbagai kasus tulang, sendi, dan otot.

Hospital Director Mayapada Hospital Surabaya, dr. Bona Fernando, M.D., FISQua mengungkapkan, inovasi yang hadir di Mayapada Hospital Surabaya akan meningkatkan patient experience secara optimal.

Menjamin patient safety secara maksimal, serta memperluas akses layanan ortopedi canggih dan berstandar internasional bagi masyarakat Surabaya, Jawa Timur, hingga wilayah Indonesia Timur.

Hal ini juga menunjukkan kesiapan tim multidisiplin di Orthopedic Center kami dalam memberikan perawatan terbaik.

Segera jadwalkan konsultasi di Orthopedic Center Mayapada Hospital apabila Anda mengalami nyeri lutut kronis.

Anda dapat menjadwalkannya kapan saja dan di mana saja melalui aplikasi MyCare.

Aplikasi ini memudahkan pengguna untuk mengatur jadwal pemeriksaan, hingga mengakses layanan gawat darurat.

MyCare juga dilengkapi fitur Health Articles & Tips yang berisi informasi terkait layanan Orthopedic Center dan SITPEC.

Serta Personal Health yang terhubung dengan Health Access dan Google Fit untuk memantau langkah harian, kalori terbakar, detak jantung, hingga Body Mass Index (BMI).

Unduh MyCare di Google Play Store atau App Store, dan nikmati reward point berupa potongan harga untuk pengguna baru di berbagai jenis pemeriksaan di seluruh unit Mayapada Hospital. (*)

 

Editor : Tri wahyu Cahyono
#nyeri lutut #tkr #ortopedi #sendi #Mayapada Hospital Surabaya #total knee replacement #Cedera Olahraga #dokter spesialis