Kendati demikian, PTM terbatas tetap jalan. Kecuali di SMPN 1 Karangdowo yang distop sementara waktu sejak 19 Oktober. Yakni setelah salah seorang guru di sana terkonfirmasi positif Covid-19.
“Memang (lima kepsek) saya minta tes swab. Harus karantina mandiri selama tiga hari. Kebetulan Rabu (28/10) hingga Jumat (30/10) ada cuti bersama,” ucap Kepala Disdik Klaten Wardani Sugiyanto.
Bagi empat sekolah yang masih menjalani PTM terbatas, peran kepsek dibebankan kepada wakil kepala (waka) bidang kurikulum. “Tidak mengganggu pembelajaran tatap muka terbatas. Masih bisa berjalan kok. Hanya SMP N 1 Karangdowo saja (yang dihentikan sementara),” imbuhnya.
Wardani berharap lima SMP yang jadi pilot project di Kota Bersinar ini bisa menjawab semua permasalahan yang dialami siswa selama pembelajaran jarak jauh (PJJ). “Terus dievaluasi tiap minggunya. Jika hasilnya bagus, akan kami perluaskan. Kami arahnya tiap kecamatan ada satu sekolah yang jalankan pembelajaran tatap muka,” tandasnya. (ren/fer/ria) Editor : Perdana Bayu Saputra