Berdasarkan informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Solo, kali pertama jasad korban ditemukan oleh warga yang hendak beraktivitas di sawah. Dari kejauahan warga melihat ada seorang pria dalam kondisi tengkurap di area persawahan. Saat didekati, pria tersebut dalam kondisi tidak sadar, dan diduga sudah tak bernyawa.
“Kejadian dilaporkan pada pagi hari, kalau ada laporan dari warga yang menemukan mayat di sawah dekat perkarangan. Posisi sudah meninggal dunia,” ucap Kapolsek Cawas AKP Jaka Waluya, Senin (28/11).
Lebih lanjut, Jaka menjelaskan, jasad korban sudah dievakuasi oleh relawan dan langsung diperiksa petugas medis. Dari hasil pemeriksaan, tidak ditemukan tanda-tanda bekas kekerasan atau penganiayaan. Kemudian jenazah dibawa ke rumah duka untuk diserahkan pihak keluarga.
Dikatakan dia, pihak keluarga sudah menerima kejadian tersebut sebagai musibah. Berdasarkan keterangan pihak keluarga, Sukadi telah menderita sakit jantung sejak 2 tahun yang lalu. Korban biasanya rutin kontrol ke rumah sakit empat bulan sekali
“Kalau dugaannya meninggal karena sakit. Dia punya riwayat sakit jantung, korban juga memiliki jatah kontrol rutin,” ucapnya.
Dari pengakuan keluarga, mendiang Sukadi awalnya berpamitan ke istrinya untuk mencari jangkrik pada Minggu (27/11) malam. Hanya saja, hingga pagi hari, Sukadi tak kunjung pulang. Atas kondisi tersebut, istrinya khawatir dan berusaha mencari dibantu tetangga sekitar.
“Pamitnya cari jangkrik. Kemungkinan ketika di sawah jangtungnya kambuh. Kemudian tidak ada yang menolong karena gelap dan sepi,” pungkasnya. (ren/ria) Editor : Syahaamah Fikria