RADARSOLO.COM-Pengamanan Pemilu 2024 di Kabupaten Klaten di-back up sebanyak 10.024 personel gabungan.
Mereka terdiri dari personel Polres Klaten, Kodim 0723/Klaten, Linmas, Batalyon Infanteri Raider 408/SBH Boyolali, dan Batalyon Arhanud Kodam IV/Diponegoro.
Personel gabungan bertugas mengamankan 4.198 tempat pemungutan suara (TPS) yang tersebar di 26 kecamatan di Kabupaten Klaten.
Kapolres Klaten AKBP Warsono usai apel gelar pasukan di halaman Mapolres Klaten menjelaskan terkait pola pengamanan di TPS.
Setiap dua personel Polres Klaten membawahi 16 TPS. Didukung 32 personel Linmas.
Seluruh TPS di Kabupaten Klaten masuk dalam kategori kurang rawan.
Meski begitu, kapolres memastikan jaminan keamanan saat berlangsungnya pemungutan dan perhitungan suara.
“Personel sudah paham yang boleh dilakukan dan tidak boleh dilakukan. Kami telah menyiapkan tim gerak cepat untuk mem-back-up ketika terjadi gejolak itu,” jelas Warsono.
Pejabat Utama (PJU) Polres Klaten juga dikerahkan untuk melakukan pengawasan Pemilu 2024.
Dandim 0723/Klaten Letkol Czi Bambang Setyo Triwibowo menuturkan, anggotanya ditempatkan di seluruh polsek. Termasuk bertanggung jawab terhadap pengamanan TPS.
“Setiap personel akan memantau 14 TPS. Kami siap mengoptimalkan pengamanan,” ujarnya.
Bupati Klaten Sri Mulyani yang hadir dalam apel gelar pasukan mengajak masyarakat yang telah memiliki hak pilih tak ragu datang ke TPS untuk menggunakan hak suaranya.
“Mari sukseskan Pemilu 2024 dengan jujur dan adil,” ujar Mulyani.
Bupati berpesan kepada personel pengamanan untuk menjaga kesehatan. Terlebih lagi tugas yang diemban tidak mudah.
“Kata kuncinya koordinasi dan komunikasi dengan pimpinan masing-masing,” kata bupati Klaten.
“Sehingga ketika ada gejolak, potensi kerawanan di lapangan bisa kami atasi bersama. Insya Allah Klaten aman untuk Indonesia lebih baik,” pungkas dia. (ren/wa)
Editor : Tri Wahyu Cahyono