RADARSOLO.COM – Kasus dugaan keracunan massal yang terjadi di Desa Karangturi, Kecamatan Gantiwarno, Kabupaten Klaten, terus ditangani serius oleh jajaran Polres Klaten.
Hingga Rabu (16/4/2025), polisi telah memeriksa dua saksi yang merupakan pihak keluarga penyelenggara acara tasyakuran wayang kulit pada Sabtu (12/4/2025) malam lalu.
Kapolres Klaten, AKBP Nur Cahyo Ari Prasetyo, menyampaikan bahwa proses penyelidikan masih berlangsung.
Beberapa saksi lainnya belum bisa dimintai keterangan karena masih menjalani perawatan di rumah sakit akibat dugaan keracunan tersebut.
“Untuk perkembangan hari ini, kepolisian sudah memeriksa beberapa saksi. Karena ada yang masih dirawat, penyelidikan masih berjalan,” ujar AKBP Nur Cahyo.
Sampel Makanan Diperiksa di Laboratorium Dinkes Jateng
Polres Klaten juga telah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Klaten dan Dinkes Provinsi Jawa Tengah untuk meneliti penyebab keracunan.
Sampel makanan dari acara tasyakuran—meliputi nasi, rendang, krecek, dan air minum—telah dikirim ke laboratorium untuk diperiksa.
“Kita doakan semoga warga segera pulih,” ucap Kapolres.
Polwan Turun Langsung Lakukan Trauma Healing
Untuk membantu pemulihan psikologis warga, Polres Klaten menggelar kegiatan trauma healing yang dilakukan oleh tim Polwan, tim Dokkes, serta konselor dari kepolisian.
Trauma healing dilaksanakan di berbagai lokasi seperti rumah sakit tempat korban dirawat, rumah duka, posko kesehatan, hingga kediaman warga yang menjalani rawat jalan.
“Fokus kami adalah pemulihan, ketenangan batin, dan dukungan moral kepada warga dan keluarga yang terdampak. Kami ingin memastikan pemulihan tidak hanya fisik, tapi juga mental dan emosional,” kata Nur Cahyo.
Anak-Anak Jadi Perhatian Khusus
Konselor Polres Klaten, Iptu Hardi, menambahkan bahwa trauma healing juga menyasar anak-anak yang terdampak, baik di rumah maupun yang sedang dirawat di rumah sakit.
Tim konselor mengajak anak-anak menyanyi dan bermain bersama untuk membantu mereka pulih dari trauma.
“Kami harapkan anak-anak tidak larut dalam kejadian ini. Kami ingin suasana aman dan kondusif, serta tidak ada saling menyalahkan,” ujar Hardi.
Tim berharap kegiatan ini bisa membangun semangat dan kehati-hatian warga Karangturi ke depan, khususnya dalam hal mengonsumsi makanan pada acara-acara besar. (ren)
Editor : Damianus Bram