RADARSOLO.COM – Aktivitas Gunung Merapi tengah meningkat dengan sejumlah awan panas guguran yang terjadi beberapa kali.
Meski erupsi Merapi mengarah ke barat daya tetapi arah angin bertiup ke timur yang menyebabkan wilayah Klaten terkena imbas berupa hujan abu tipis.
Salah satunya yang sempat terdampak hujan abu tipis di Desa Balerante, Kecamatan Kemalang, Klaten pada Minggu (2/11/2025).
Daerah yang dikenal dengan Ekowisata Kalitalang dengan aktivitas trekkingnya. Tetapi juga sudah masuk dalam Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM).
Kepala Urusan (Kaur) Perencanaan Pemerinta Desa (Pemdes) Balerante Jainu memastikan destinasi yang menjadi jalur favorit trekking itu tidak ditutup.
Tetapi terdapat imbauan yang harus dipatuhi wisatawan saat berkunjung ke Kalitalang, meski sudah berada di luar radius berbahaya erupsi yang ditetapkan oleh BPPTKG Yogyakarta.
”Belum ditutup, karena rekomendasi dari Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), yang penting tidak ada aktivitas di radius 3 Km,” ujar Jainu saat dihubungi melalui telepon pada Senin (3/11/2025).
Meskipun secara teknis masih diperbolehkan untuk melakkan trekking hingga Pos 4, pengelola Kalitalang tetap mengarahkan dan mengimbau seluruh pengunjung untuk hanya sampai di Pos 3 saja.
Menurut Jainu, pembatasan itu dilakukan sebagai langkah antisipasi dan kewaspadaan terhadap kondisi Gunung Merapi yang tidak menentu.
”Dengan kondisi Merapi seperti ini, apalagi dari pagi sampai siang ini Merapi tidak terlihat. Jadi kalau terjadi apa-apa dengan Merapi kan tidak tahu,” tambah Jainu.
Pengelola wisata secara rutin memberikan imbauan kepada wisatawan terkait keselamatan saat berada di kawasan rawan bencana Merapi.
Imbauan utama yang ditekankan adalah agar wisatawan tetap tenang dan waspada, terutama jika terjadi erupsi.
”Wisatawan diimbau untuk tidak panik dan tidak lari saat terjadi erupsi. Tindakan panik dan lari berpotensi menimbulkan kecelakaan dan jatuh. Apalagi selama ini awan panas guguran lebih sering ke arah barat daya, sedangkan Klaten hanya berdampak hujan abu saja,” ujar Jainu.
Apabila Merapi terlihat, pengunjung diminta untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap segala aktivitas pada gunung berapi tersebut. Termasuk menyiapkan masker untuk mengantisipasi jika sewaktu-waktu terjadi hujan abu.
”Untuk jumlah pengunjung pada Minggu (2/11/2025) kemarin sekira 1.100 wisatawan. Sedangkan untuk Senin (3/11/2025) ini hanya sekira 50 orang dikarenakan weekday,” ujar Jainu. (ren/adi)
Editor : Adi Pras