Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Bahayakan Warga, BPBD Tutup Akses Jembatan Kadisaran Klaten Imbas Sayap Talut Ambrol

Angga Purenda • Minggu, 1 Maret 2026 | 15:27 WIB

Struktur sayap talud jembatan penghubung antarkampung di Bendung Kadisaran, Dusun Sidoarjo, Desa Kotesan, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten  ambrol.
Struktur sayap talud jembatan penghubung antarkampung di Bendung Kadisaran, Dusun Sidoarjo, Desa Kotesan, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten ambrol.

RADARSOLO.COM–Struktur sayap talut jembatan penghubung antarkampung di Bendung Kadisaran, Dusun Sidoarjo, Desa Kotesan, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten, dilaporkan ambrol pada Kamis (26/2/2026).

Hingga saat ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Klaten masih terus memantau lokasi guna mengantisipasi potensi longsor susulan.

Tergerus Arus Sungai

Insiden kerusakan infrastruktur ini dipicu oleh gerusan arus sungai yang meningkat tajam akibat curah hujan tinggi di wilayah tersebut dalam beberapa hari terakhir.

Petugas Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Klaten Indiarto menjelaskan, kerusakan bermula dari terkikisnya bagian bawah talut secara terus-menerus.

Sebelum akhirnya ambrol, kondisi talut yang terbuat dari pasangan batu kali tersebut sudah terlihat menggantung dan mengalami retakan serius pada bagian dindingnya.

Puncaknya, debit air yang terlampau tinggi membuat struktur bangunan tidak lagi mampu menahan tekanan.

Akibatnya, talut sepanjang 15 meter dengan tinggi 8 meter dan ketebalan 40 sentimeter tersebut runtuh ke dasar sungai, disusul amblesnya tanah uruk di belakangnya seluas 15 x 8 meter.

Ditinjau Langsung Bupati Klaten

Merespons kondisi darurat tersebut, Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo langsung turun meninjau lokasi kejadian pada hari yang sama.

Dalam kunjungannya, bupati didampingi oleh Kepala Pelaksana BPBD Klaten Syahruna dan Camat Prambanan Rasidi.

Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan langkah penanganan darurat segera diambil mengingat posisi jembatan kini menjadi sangat rawan dan membahayakan keselamatan pengguna jalan.

Baca Juga: Belasan Rumah Rusak Akibat Puting Beliung di Boyolali, Evakuasi Pohon Tumbang Terkendala Gelap dan Aliran Listrik

Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC PB) BPBD Klaten bersama TRC Kecamatan Prambanan juga telah melakukan asesmen menyeluruh di lokasi kejadian.

Indiarto menyebutkan bahwa berdasarkan hasil penghitungan sementara tim di lapangan, kerugian materiil akibat ambrolnya talut jembatan ini diperkirakan mencapai lebih dari Rp90 juta.

Untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan, BPBD Klaten mengeluarkan imbauan tegas kepada seluruh masyarakat dan pengguna jalan agar sementara waktu tidak melintasi jembatan tersebut.

Penutupan akses akan diberlakukan demi keselamatan bersama hingga proses perbaikan permanen selesai dilaksanakan oleh pemerintah daerah. (ren)

Editor : Tri wahyu Cahyono
#talut ambrol #jembatan kadisaran #tutup akses jembatan #BPBD Klaten