RADARSOLO.COM - Pemerintah pusat melalui komando Dandim 0723/Klaten secara resmi menyerahkan bantuan sarana transportasi berupa 90 unit truk roda empat dan 180 unit kendaraan motor roda tiga untuk Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).
Penyerahan dilangsungkan di Lapangan Desa Sumberejo, Kecamatan Klaten Selatan, Jumat (15/5/2026).
Langkah tersebut menandai kesiapan penuh operasional 90 titik KDMP di wilayah Kabupaten Klaten.
Penyerahan unit armada tersebut menjadi kelanjutan dari tahap pertama, di mana sebelumnya telah diserahkan 90 unit kendaraan minibus pick-up 4x4 Mahindra kepada pengurus KDMP.
Komandan Kodim (Dandim) 0723/Klaten Letkol Inf Slamet Hardianto menjelaskan, seluruh sarana dan prasarana penunjang bagi 90 KDMP tersebut kini telah rampung 100 persen.
Komoditas belanjaan, logistik harian serta bahan operasional dijadwalkan langsung masuk ke masing-masing gudang koperasi pada Jumat (15/5/2026) sore agar seluruh unit siap beroperasi penuh melayani kebutuhan masyarakat desa mulai Sabtu (16/5/2026).
"Sama-sama mari kita sukseskan program Asta Cita Bapak Presiden kita Prabowo Subianto karena beliau sangat berkeinginan ekonomi kerakyatan tumbuh dari masyarakat desa. Nanti Bapak Ibu semua inilah yang akan menjadi peluncur, cikal bakal ekonomi kerakyatan yang dibuat oleh Bapak Presiden," ujar Letkol Inf Slamet Hardianto.
Ia juga berpesan agar pengurus merawat kendaraan truk dan roda tiga yang telah diterima tersebut dengan baik.
Harapannya agar terus memberikan manfaat nyata bagi ekonomi desa.
Baca Juga: Prediksi Starting XI Persis Solo vs Dewa United: Misi Taklukan Kemustahilan!
Slamet menambahkan, peresmian operasional 90 KDMP di Klaten secara serentak dijadwalkan berlangsung esok hari, Sabtu (16/5/2026).
Peresmian ini akan dipimpin oleh Presiden RI secara virtual dari Jawa Timur.
Sementara itu, Slamet menjelaskan untuk di Klaten, target pembangunan KDMP mencakup total 388 titik yang tersebar di berbagai pelosok desa.
Hingga pertengahan Mei 2026, tercatat sudah ada 173 titik yang pembangunannya selesai 100 persen fisik.
Namun, untuk fase peluncuran perdana esok hari, sebanyak 90 titik diprioritaskan karena seluruh instrumen pendukung, mulai dari bangunan hingga kesiapan armada angkut logistiknya, telah terpenuhi.
Baca Juga: Membangun Olah Rasa Anak Sejak Dini Lewat Kedekatan dengan Alam
Adapun sisa titik lainnya akan dipenuhi secara bertahap oleh PT Agrinas selaku mitra pelaksana.
Dandim menargetkan seluruh 388 titik KDMP di Klaten akan rampung total dan beroperasi penuh pada awal Agustus 2026 mendatang.
Guna mendukung penuh program strategis nasional tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten menyatakan komitmen dan kesiapannya dalam mengawal keberlangsungan KDMP.
Mewakili Bupati Klaten Sekretaris Daerah (Sekda) Klaten Jaka Purwanto menegaskan, pemerintah daerah sangat mendukung penuh pemberdayaan ekonomi berbasis koperasi tersebut.
Pemkab Klaten melalui Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan (DKUKMP) akan ditugaskan secara khusus untuk memberikan pendampingan teknis serta petunjuk operasional reguler. Harapannya agar tata kelola koperasi berjalan profesional dan akuntabel.
Baca Juga: Dipicu Kebocoran Gas, Rumah Usaha Katering di Jagalan Habis Dilalap Si Jago Merah
Selain itu, jajaran Forkopimda yang melibatkan Dandim, Kapolres, dan instansi vertikal lainnya berkomitmen mempercepat sisa pembangunan desa yang sedang berproses menuju kesiapan seratus persen.
"Pemkab Klaten tentu sangat mendukung program strategi nasional dari Bapak Presiden ini. Terkait operasionalnya, jika ada hal yang perlu mendapatkan petunjuk atau pendampingan, kami melalui Dinas Koperasi tentu akan siap memberikannya," tegas Jaka Purwanto.
Lebih lanjut, Jaka Purwanto memaparkan target jangka panjang bahwa wilayah Kabupaten Klaten direncanakan memiliki total 401 unit koperasi yang mencakup wilayah desa dan kelurahan.
Terkhusus untuk 10 wilayah kelurahan yang ada di Klaten, saat ini perkembangannya masih dalam menunggu antrean proses pembangunan selanjutnya.
Ketua KDMP Tegalyoso, Kecamatan Klaten Selatan Yosua menyatakan kesiapannya untuk memulai operasional.
Ia mengungkapkan bahwa selain infrastruktur bangunan yang sudah 100 persen, unit usaha yang akan dijalankan meliputi klinik, penyediaan sembako, hingga pupuk untuk kebutuhan masyarakat lokal.
"Harapan kami, program ini menciptakan perekonomian yang mandiri dan meningkatkan kesejahteraan desa. Jika sebelumnya dana desa banyak untuk infrastruktur, arah kebijakan Bapak Presiden saat ini adalah pembangunan ekonomi yang luar biasa," ungkap Yosua. (ren)
Editor : Tri Wahyu Cahyono