Butuh 2 Jam Padamkan Api di Pasar Bayat Klaten, Petugas Damkar Terkendala Pintu-pintu Pasar yang Sudah Terkunci

Angga Purenda • Dipublikasikan Senin, 27 Juli 2026 | 19:57 WIB
Petugas Damkar Klaten melakukan proses pendinginan di Pasar Bayat, Klaten, Senin (27/7/2026). (ANGGA PURENDA/RADAR SOLO)
Petugas Damkar Klaten melakukan proses pendinginan di Pasar Bayat, Klaten, Senin (27/7/2026). (ANGGA PURENDA/RADAR SOLO)

RADARSOLO.COM - Kebakaran hebat melanda area los Pasar Bayat di Desa Paseban, Kecamatan Bayat, Klaten, Senin (27/7/2026) sore. 

Tim Pemadam Kebakaran (Damkar) Satpol PP dan Damkar Klaten membutuhkan waktu sekitar dua jam atau hingga pukul 19.00 untuk memastikan api benar-benar padam total.

​Kabid Damkar Satpol PP dan Damkar Klaten Sumino menjelaskan, pihaknya menerima laporan kejadian dan langsung menerjunkan personel ke lokasi sejak pukul 17.00. 

Sebanyak 2 regu gabungan yang terdiri dari 22 personel Damkar dikerahkan untuk menanggulangi kobaran api.

Baca Juga: 80 Lapak Hangus, Pasar Bayat Klaten Diamuk si Jago Merah

​"Guna mendukung proses pemadaman, kami menerjunkan 4 unit mobil pemadam Damkar. Dibantu 4 unit water supply dari BPBD Klaten serta 1 unit mobil armada dari Kodim 0723/Klaten," ujar Sumino ditemui lokasi kejadian.

​Proses pemadaman melibatkan sinergi dari berbagai unsur.

Mulai dari TNI, Kepolisian, BPBD Klaten hingga jajaran relawan kebencanaan.

Meski demikian, tim sempat menemui sejumlah hambatan di lapangan pada awal penanganan.

​"Kesulitan awal kami sempat kekurangan pasokan air sebelum armada bantuan tiba. Selain itu, pintu-pintu pasar sudah dalam kondisi terkunci oleh pengelola karena pasar sudah tutup, sehingga petugas harus membongkar dan membuka akses terlebih dahulu," jelasnya.

Baca Juga: Disarpus Wonogiri Gelar Lomba Video Konten Literasi, Ajak Generasi Muda Isi Kemerdekaan dengan Kreativitas dan Tingkatkan Literasi

​Sumino menjelaskan, berdasarkan keterangan saksi mata, api kali pertama terlihat saat masih berskala kecil di bagian tengah los pasar.

Namun, tiupan angin yang cukup kencang membuat kobaran api merambat sangat cepat. 

Kurang dari lima menit, api membesar dan melalap bagian dalam pasar.

Kondisi pintu yang terkunci juga membuat warga sekitar kesulitan melakukan evakuasi barang-barang dagangan.

​Mengenai pemicu kebakaran, Sumino mengindikasikan dugaan sementara mengarah pada masalah instalasi kelistrikan.

Baca Juga: Warga Keluhkan ISPA, DPRD Sragen Semprot PG Mojo

​"Dugaan awal dari kelistrikan atau korsleting listrik, mengingat usia instalasi kabel yang melintas di area pasar sudah cukup lama. Bangunan dan lapak pedagang di bagian los juga didominasi material mudah terbakar seperti kayu, kain, plastik serta kemasan barang dagangan," tambahnya.

​Sumino menyebut, dampak kebakaran mencakup kerusakan parah pada area tengah pasar dengan persentase kerusakan mencapai 85 persen pada bagian los. 

Sedikitnya enam unit kios mengalami kerusakan berat serta sekitar 30-an lapak maupun los pedagang ikut terbakar.

Sedangkan kios di sisi kanan dan kiri pasar dilaporkan aman dari jangkauan api.

​"Saat ini petugas telah memastikan seluruh titik api, asap maupun bara di lokasi Pasar Sidoharjo Paseban telah padam dan dalam kondisi aman," ucapnya.

Baca Juga: Polres Karanganyar Naikkan Dugaan Pemalsuan Dokumen Perangkat Desa di Jumantono ke Tahap Penyidikan

​Terkait estimasi kerugian, Sumino mengatakan dari penjelasan pengelola pasar memperkirakan nilai kerugian barang milik pedagang mencapai sekitar Rp500 juta. 

Nilai tersebut belum memperhitungkan kerusakan fisik struktur bangunan pasar seperti atap dan tiang penyangga yang dilalap api.

​Sumino menambahkan, peristiwa tersebut merupakan insiden kebakaran pasar pertama di Kabupaten Klaten sejak pihaknya gencar melakukan inspeksi fasilitas publik pada 2023.

Saat inspeksi berkala tiga tahun lalu, pihak Damkar mengaku telah menyampaikan imbauan secara intensif kepada pengelola pasar terkait potensi kerawanan dan pemeliharaan instalasi listrik. (ren)

Editor : Tri Wahyu Cahyono
Sumber : Radarsolo.jawapos.com
pasar bayat terbakar kebakaran pasar bayat kerugian materi Damkar Klaten