RADARSOLO.COM - Usulan serangga sebagai salah satu alternatif lauk dalam program makan bergizi gratis (MBG) tuai pro dan kontra.
Sebagian pihak menilai serangga kaya akan protein dan gizi.
Sementara lainnya mempertanyakan apakah konsumsi serangga dapat diterima secara luas di masyarakat.
Namun, tahukah bahwa konsumsi serangga bukanlah hal baru?
Di berbagai negara, termasuk beberapa daerah di Indonesia, serangga telah lama menjadi bagian dari kuliner tradisional.
Bahkan, Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (FAO) telah merekomendasikan serangga sebagai sumber protein alternatif yang berkelanjutan.
Lantas, apa saja jenis serangga yang aman dikonsumsi dan memiliki nilai gizi tinggi? Simak ulasannya berikut ini!
Jenis Serangga yang Aman Dimakan
1. Jangkrik (Acheta domesticus)
Jangkrik merupakan salah satu serangga yang paling populer dikonsumsi.
Kandungan proteinnya yang tinggi, serta adanya asam lemak omega-3 dan omega-6, menjadikannya pilihan makanan bernutrisi tinggi.
Manfaat:
- Kaya protein (sekitar 60-70%)
- Mengandung lemak sehat dan serat
- Dapat diolah menjadi tepung protein untuk berbagai makanan
2. Belalang (Locusta migratoria)
Belalang sering dijadikan makanan ringan dengan cara digoreng atau dipanggang.
Selain protein, serangga ini juga mengandung zat besi dan magnesium yang baik untuk kesehatan.
Manfaat:
- Sumber protein tinggi
- Mengandung serat dan mineral penting
- Bisa diolah dalam berbagai masakan
3. Ulat Sutera (Bombyx mori)
Selain menghasilkan benang sutera, ulat ini juga dapat dikonsumsi karena kandungan protein dan asam amino esensial yang tinggi.
Biasanya dikeringkan sebelum dikonsumsi.
Manfaat:
- Sumber protein alami
- Mengandung nutrisi penting bagi tubuh
- Bisa dikonsumsi dalam bentuk kering atau dimasak
4. Ulat Hongkong (Tenebrio molitor)
Serangga ini sering digunakan sebagai pakan hewan.
Namun, sebenarnya juga bisa dikonsumsi manusia karena kandungan proteinnya yang tinggi serta adanya serat dan lemak sehat.
Manfaat:
- Sumber protein tinggi
- Mengandung lemak sehat yang baik untuk tubuh
- Bisa dijadikan camilan atau bahan makanan
5. Larva Lebah (Apis mellifera)
Larva lebah kaya akan protein dan memiliki lemak sehat yang baik bagi tubuh.
Umumnya dikonsumsi dalam kondisi mentah, digoreng, atau dijadikan tambahan dalam berbagai masakan.
Manfaat:
- Tinggi protein dan lemak sehat
- Sumber energi alami
- Bisa dikonsumsi langsung atau sebagai campuran makanan
6. Kumbang Tanduk (Oryctes rhinoceros)
Kumbang tanduk mengandung protein dan lemak sehat yang menjadikannya makanan bernutrisi.
Umumnya dikonsumsi dengan cara dipanggang atau direbus.
Manfaat:
- Sumber protein alami
- Kaya akan zat besi dan kalsium
- Bisa dikonsumsi dalam berbagai olahan
7. Semut Rangrang (Oecophylla smaragdina)
Semut ini dikenal memiliki kandungan asam amino esensial, protein, serta vitamin yang baik untuk tubuh.
Biasanya dikonsumsi langsung atau dijadikan campuran masakan.
Manfaat:
- Kaya protein dan mineral
- Dapat dikonsumsi dalam berbagai bentuk
- Mengandung zat yang bermanfaat bagi sistem kekebalan tubuh
8. Laron (Macrotermes bellicosus)
Laron adalah salah satu serangga yang sering dikonsumsi karena kaya protein dan lemak sehat.
Biasanya digoreng atau dipanggang sebelum dikonsumsi.
Manfaat:
- Sumber protein tinggi
- Kaya akan lemak sehat
- Bisa dijadikan camilan bergizi
Cara Mengolah Serangga untuk Konsumsi
Agar aman dikonsumsi dan memiliki cita rasa yang enak, serangga perlu diolah dengan cara yang tepat.
Berikut beberapa metode mengolah seranggan yang umum digunakan:
1. Dikeringkan
Mengeringkan serangga akan meningkatkan masa simpannya dan memudahkan pengolahan lebih lanjut, seperti pembuatan tepung protein.
2. Digoreng
Menggoreng serangga memberikan tekstur yang lebih renyah dan meningkatkan rasa.
3. Dipanggang
Memanggang serangga membantu menjaga kandungan nutrisinya dan memberikan rasa khas yang gurih.
4. Direbus
Merebus serangga membantu membunuh bakteri dan membuatnya lebih aman dikonsumsi.
Usulan Serangga sebagai Lauk Makan Bergizi Gratis
Seiring dengan wacana penggunaan serangga sebagai lauk dalam program makan bergizi gratis (MBG), banyak ahli menyarankan agar masyarakat diberikan edukasi tentang manfaat dan keamanan konsumsi serangga.
Beberapa keunggulan serangga sebagai sumber makanan dalam MBG:
- Sumber protein tinggi yang murah dan berkelanjutan
- Mudah dibudidayakan dan ramah lingkungan
- Dapat menjadi alternatif sumber gizi untuk mengatasi kekurangan protein
Namun, penerapan program ini harus dilakukan dengan hati-hati mengingat tidak semua masyarakat terbiasa mengonsumsi serangga.
Edukasi dan inovasi pengolahan makanan berbasis serangga sangat diperlukan agar lebih diterima oleh masyarakat luas. (ria)
Editor : Syahaamah Fikria