Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo Gaya hidup

Patungan hingga Beli Bunga di Pasar, Begini Cara Mahasiswa UNS Menyiasati 'Kondangan Akademik'

Inayah Choirunisa • Senin, 6 Juli 2026 | 14:00 WIB
Ilustrasi mahasiswa menghadiri perayaan selebrasi sidang - Gemini AI
Ilustrasi mahasiswa menghadiri perayaan selebrasi sidang - Gemini AI

RADARSOLO.COM – Ramainya fenomena kondangan akademik di kalangan mahasiswa Uiversitas Sebelas Maret (UNS) tak hanya menghadirkan tradisi saling memberi hadiah setelah seminar proposal maupun seminar hasil. Di balik buket bunga, donat, kopi, hingga makanan ringan yang dibawa, mahasiswa ternyata memiliki berbagai cara untuk tetap mengapresiasi rekan tanpa harus menguras isi dompet.

Beragam strategi dilakukan. Mulai dari menyusun anggaran khusus, membeli bunga dengan harga lebih terjangkau di Pasar Kembang, hingga patungan bersama teman satu circle. Cara-cara tersebut dipilih agar budaya saling memberi apresiasi tetap bisa dilakukan sesuai kemampuan finansial masing-masing.

Baca Juga: 7 Bahasa Gaul Viral Gen Alpha yang Bikin Generasi Lain Bingung

Naswa, mahasiswa tahun ke-4 UNS mengaku telah menyiapkan anggaran tersendiri ketika memasuki musim seminar. Menurutnya, jadwal sidang biasanya sudah ia dapatkan dari teman-temannya sehingga ia bisa menyisihkan uang terlebih dahulu sebelum membeli hadiah.

“Biasanya aku udah ada budget planning tersendiri. Kan biasanya udah keliatan musim-musim sempro atau semhas. Dari situ aku nyisihin uang dan mikirin hadiah yang mau aku bawa. Biasanya juga enggak yang mahal-mahal,” ujarnya.

Meski rutin membawa hadiah, Naswa menegaskan nominal yang dikeluarkan selalu disesuaikan dengan kondisi keuangan.
Baginya, yang terpenting bukan harga hadiahnya, melainkan bentuk perhatian kepada teman yang telah menyelesaikan salah satu tahapan akademiknya.

Baca Juga: Merapi Kembali Bergejolak! Dua Awan Panas Guguran Meluncur hingga 2 Kilometer, Pagi Ini 

Hal serupa dilakukan Salsa, mahasiswa angkatan 2023, yang memilih membeli bunga sederhana untuk teman satu angkatan. Menurutnya, pilihan tersebut cukup terjangkau sekaligus tetap mampu menyampaikan ucapan selamat.

"Kalau buat teman angkatan, paling cuma bunga. Yang murah ada banyak kok. Kalau mau benar-benar hemat, misalnya sehari ada dua atau tiga teman yang sempro, aku biasanya beli bunga di pasar kembang," ucapnya.

Sementara untuk kakak tingkat, Salsa menyesuaikan hadiah dengan karakter masing-masing penerima. Selain bunga, ia juga sesekali memberikan barang-barang kecil yang dianggap lebih personal.

Tak hanya memilih hadiah yang ekonomis, sebagian mahasiswa juga menyiasati pengeluaran dengan berbagi biaya bersama teman. Cara ini dilakukan Canda, mahasiswa angkatan 2023, yang telah beberapa kali menghadiri seminar magang, seminar proposal, hingga seminar hasil milik teman maupun kakak tingkat.

Menurutnya, jenis hadiah yang diberikan bergantung pada kedekatan dengan penerima.

Ia pernah memberikanh donat hingga makanan ringan dengan anggaran yang tidak lebih dari Rp30 ribu.

"Kadang juga patungan, aku ngajak teman biar lebih enteng. Biasanya sama teman satu circle," ujarnya.

Bagi Canda, patungan menjadi solusi ketika beberapa teman menjalani seminar dalam waktu yang berdekatan. Dengan cara tersebut, ia tetap bisa ikut merayakan pencapaian temannya tanpa harus mengeluarkan biaya besar seorang diri.

Beragam pengalaman tersebut menunjukkan bahwa kondangan akademik tidak selalu identik dengan hadiah bernilai tinggi. Di tengah keterbatasan anggaran sebagai mahasiswa, mereka justru menemukan berbagai cara kreatif untuk tetap hadir dan memberikan apresiasi.

Mulai dari menyusun budget planning, berburu bunga murah di pasar, hingga patungan bersama teman, semua dilakukan dengan tujuan yang sama, yakni ikut merayakan perjuangan orang terdekat dalam menyelesaikan salah satu tahapan penting di bangku kuliah.

Editor : Kabun Triyatno
#kondangan akademik #seminar #hadiah #mahasiswa