Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Gaya Hidup Photo

Istirahat Lima Menit Bukan Berarti Malas, Justru Bisa Bikin Lebih Produktif

Inayah Choirunisa • Rabu, 15 Juli 2026 | 18:00 WIB
Gambar: Pinterest
Gambar: Pinterest

RADARSOLO.COM - Banyak orang menganggap bekerja tanpa henti sebagai tanda produktivitas. Semakin lama duduk di depan laptop, semakin banyak pula pekerjaan yang diyakini bisa diselesaikan. Padahal, kebiasaan memaksa diri bekerja berjam-jam tanpa jeda justru dapat membuat konsentrasi menurun, tubuh cepat lelah, bahkan meningkatkan risiko stres.

Di tengah pola kerja dan belajar yang semakin padat, muncul sebuah konsep yang dikenal sebagai microbreak. Sesuai namanya, microbreak adalah waktu istirahat yang sangat singkat, umumnya berlangsung sekitar 30 detik hingga lima menit, yang dilakukan di sela-sela aktivitas.

Meski terdengar sederhana, jeda singkat ini ternyata memiliki manfaat yang cukup besar bagi kesehatan fisik maupun produktivitas.

Baca Juga: Pinjam Buku di Perpustakaan Wonogiri Bisa Diantar Ojol, Begini Caranya

Microbreak bukan berarti berhenti bekerja selama berjam-jam atau rebahan hingga lupa waktu. Sebaliknya, jeda ini dimanfaatkan untuk memberi kesempatan bagi tubuh dan otak "bernapas" sebelum kembali fokus menyelesaikan tugas.

Aktivitas yang dilakukan pun cukup sederhana, seperti berdiri dari kursi, melakukan peregangan, berjalan sebentar, mengisi botol minum, melihat pemandangan di luar jendela, atau sekadar mengistirahatkan mata dari layar komputer.

Baca Juga: Zona Kuliner Halal

Manfaat microbreak telah dibuktikan dalam sejumlah penelitian. Sebuah studi yang dipublikasikan dalam PLoS ONE pada 2022 menemukan bahwa microbreak dapat membantu mengurangi kelelahan sekaligus meningkatkan semangat dan energi saat bekerja.

Meski durasinya hanya beberapa menit, jeda singkat tersebut memberi kesempatan bagi tubuh untuk memulihkan diri sehingga seseorang dapat kembali bekerja dengan kondisi yang lebih segar.

Baca Juga: Mengenal Life Path, Benarkah Angka Tanggal Lahir Bisa Mengungkap Kepribadian?

Temuan serupa juga diungkapkan dalam meta-analisis yang diterbitkan di Journal of Applied Psychology. Penelitian tersebut menyimpulkan bahwa microbreak mampu membantu mengurangi rasa lelah dan meningkatkan kesejahteraan selama bekerja.

Manfaatnya bahkan lebih terasa ketika jeda digunakan untuk aktivitas yang benar-benar memberikan relaksasi, seperti melakukan peregangan ringan atau berjalan sejenak.

Selain menjaga fokus, microbreak juga penting bagi kesehatan mata dan tubuh. Terlalu lama menatap layar komputer dapat menyebabkan mata terasa kering, tegang, atau buram.

Untuk mengurangi keluhan tersebut, para ahli sering menyarankan aturan 20-20-20, yakni setiap 20 menit melihat objek yang berjarak sekitar 20 kaki (sekitar enam meter) selama 20 detik. Cara sederhana ini membantu mata beristirahat setelah terus-menerus fokus pada layar.

Bagi mahasiswa yang sedang mengerjakan skripsi, pekerja kantoran yang harus menghadiri rapat daring, hingga pekerja kreatif yang menghabiskan sebagian besar waktunya di depan komputer, microbreak bisa menjadi kebiasaan kecil yang membawa dampak besar.

Alih-alih memaksakan diri bekerja selama tiga atau empat jam tanpa jeda, menyisihkan waktu beberapa menit justru dapat membantu menjaga konsentrasi dalam jangka panjang.

Meski demikian, microbreak tetap perlu dilakukan secara bijak. Jeda singkat ini sebaiknya tidak diisi dengan aktivitas yang justru membuat seseorang kehilangan fokus, seperti membuka media sosial tanpa tujuan hingga lupa waktu.

Tujuan utama microbreak adalah memberikan kesempatan bagi tubuh dan pikiran untuk beristirahat sejenak, bukan berpindah dari satu distraksi ke distraksi lainnya.

Pada akhirnya, produktivitas tidak selalu ditentukan oleh seberapa lama seseorang bekerja tanpa berhenti. Memberi ruang bagi tubuh untuk beristirahat selama beberapa menit bukanlah bentuk kemalasan, melainkan strategi agar energi dan konsentrasi tetap terjaga.

Di tengah rutinitas yang semakin padat, microbreak menjadi pengingat bahwa jeda kecil terkadang justru membantu kita bekerja lebih efektif dan menyelesaikan tugas dengan hasil yang lebih baik.

 

Editor : Kabun Triyatno
microbreak konsentrasi bekerja fokus kesehatan