RADARSOLO.COM - Ketua DPC PDIP Kota Surakarta F.X. Hadi Rudyatmo tak ambil pusing soal penetapan Gibran Rakabuming Raka sebagai pendamping Prabowo Subianto.
Dia lebih fokus memenangkan pasangan Bakal Capres-Cawapres dari partainya, Ganjar Pranowo dan Mahfud MD.
Hal ini, dikatakan Rudy, sesuai dengan instruksi Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri. Dimana dalam instruksi tersebut, para kader partai tidak boleh bicara apapun dan mengomentari siapapun.
"Kita fokus memenangkan Ganjar dan Mahfud jadi presiden dan wakil presiden satu putaran, dan menangkan PDIP," ujar Rudy.
Apakah instruksi ini berkaitan dengan hasil deklarasi? Rudy mengatakan tidak. Sebab surat instruksi ini dikelurkan DPP Kamis (19/10) lalu. "Surat dikirim ke DPC. Tentunya kepala daerah juga dapat," ujarnya.
Ditanya apakah ada kekecewaan terkait dengan deklarasi tersebut, Rudy dengan tegar mengatakan tidak. Baginya kader Militan tidak mengenal kata kecewa.
"Jadi kader partai itu, harus siap kecewa atau dikecewakan. Kalau nggak siap jangan jadi kader PDIP," tegasnya.
Soal Gibran yang menerima pinangan Prabowo, Rudy mengatakan itu sepenunhnya hak dari putra sulung Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan dilindungi Undang-undang.
Soal etika politik Gibran, Rudy emoh berkomentar. "Saya ngak mau menilai orang lain. Wong saya diri sendiri masih compang-camping, menilai orang lain," ujarnya. (atn/dam)
Editor : Damianus Bram