RADARSOLO.COM-Revisi Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004 tentang TNI tengah menjadi sorotan publik.
Menyusul Panitia Kerja (Panja) Komisi I DPR RI menggelar rapat tertutup di Hotel Fairmont, Jakarta, Sabtu (15/3).
Revisi UU TNI tersebut diduga memperluas daftar jabatan sipil yang dapat diisi oleh prajurit militer, dari yang semula 10 jabatan menjadi 16 jabatan.
Tindakan DPR RI yang membahas revisi UU TNI secara tertutup ini menuai kritik keras dari berbagai pihak.
Termasuk Koalisi Masyarakat Sipil dan Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS).
Mereka bahkan berusaha merangsek masuk ke ruang rapat untuk menyampaikan protes terhadap proses yang dianggap tidak transparan.
Namun, pembahasan revisi UU TNI secara diam-diam ini justru mendapat pembelaan dari Deddy Corbuzier, yang kini berpangkat Letkol Tituler dan menjabat sebagai Staf Khusus (Stafsus) Menteri Pertahanan (Menhan).
Pembelaan tersebut disampaikan Deddy melalui akun media sosial resminya, @dc.kemhan.
"Saya akan bicara dan berlaku sebagai staf khusus Menteri Pertahanan di video ini. Seperti yang teman-teman tahu dan dari berita yang beredar di mana-mana, kemarin rapat Panja revisi undang-undang TNI yang merupakan amanat konstitusi diganggu," ujar Deddy dalam video yang diunggah di media sosialnya.
Dalam pernyataannya, Deddy menilai bahwa pembahasan revisi UU TNI terganggu oleh aksi sekelompok orang yang tidak dikenal.
"Diganggu secara sengaja oleh sekelompok orang yang tidak dikenal, dengan cara berteriak-teriak hingga mencoba untuk menerobos masuk ke ruang rapat secara paksa," tambahnya.
Baca Juga: Debut Manis Milos Pejic Bersama Kesatria Bengawan Solo di IBL Berbuah Kemenangan
Kontan, pernyataan Deddy menuai cibiran warganet.
“Campaign disinformation udah di mulai sama stafsus squidward ini yang sepertinya di majuin buat nge degradasi perjuangan sipil, kita harus lebih bersiap. #TolakRUUTNI” cuit @barengXXX
“Squidward “ ini intimidasi terhadap amanat konstitusi “ Coba sebut pasal berapa amanat konstitusi nya ..??
Kalau teriak dianggap intimidasi, mestinya kalian rapat di gedung dpr yg mana milik rakyat bukan wakil dungu
Kalau hotel katanya efisiensi..?? Dan apa manfaat nya disono,” ungkap akun @ilhamXXXX
((( AMANAT KONSTITUSI )))
konstitusi mane sih squidward?!?!?!!!?,' cuit @libvimirius. (wa)