RADARSOLO.COM - PGRI Jember akhirnya angkat bicara terkait isu yang menyebut bahwa organisasi itu mendukung Salsabila Rahma alias Bu Guru Salsa agar tetap mengajar dan lolos PPPK, usai viral akibat skandal video viral.
Rumor soal PGRI Jember bekingi Bu Guru Salasa itu ramai diperbincangkan di media sosial.
Bermula dari sosok Ilham Wahyudi yang menyebut sebagai Humas PB PGRI dan menyatakan akan memberi perlindungan dan dorongan bagi Bu Guru Salsa untuk tetap mengajar, meski skandalnya telah mencoreng citra tenaga pendidik.
Namun, dalam pernyataan resminya, PGRI Jember membantah keras tudingan tersebut.
Mereka menegaskan bahwa isu yang beredar adalah tidak benar atau hoaks.
Melalui akun media sosial resminya, PGRI Jember mengklarifikasi bahwa pihaknya tidak pernah bertemu, memberikan dukungan, atau membekingi Bu Guru Salsa dalam bentuk apapun.
"Tidak ada klarifikasi PGRI Jember bertemu atau melindungi Ibu Salsa. Jadi berita di TikTok adalah hoax," tulis PGRI Jember dalam akun Instagram resmi meraka.
Lebih lanjut, PGRI Jember menekankan bahwa keputusan lolos atau tidaknya seorang guru dalam seleksi PPPK murni berdasarkan proses seleksi yang ditetapkan pemerintah.
Bukan karena intervensi dari pihak mana pun, termasuk organisasi guru.
Lebih lanjut, PGRI Jember membantah keterkaitan Ilham Wahyudi dengan organisasi mereka.
"Yang benar, Pak Ilham Wahyudi yang mengaku sebagai Humas PB (Pengurus Besar) PGRI menemui Bu Salsa, bukan Ketua PGRI Jember (Bpk Supriyono)," tegas PGRI Jember.
"Pak Ilham bukan pengurus PGRI Jember. Silahkan konfirmasi ke akun Instagram @wahyudi__ilham," lanjut pernyataan itu.
Kontroversi Status PPPK Bu Guru Salsa
Bu Guru Salsa, yang viral akibat skandal video joget tanpa busana, jadi sorotan publik setelah namanya tetap tercantum dalam daftar peserta yang lolos seleksi PPPK.
Sebelumnya, Bu Guru Salsa sendiri telah mengundurkan diri dari sekolah tempatnya mengajar di salah satu SD Jember, usai video joget vulgarnya viral.
Namun, keputusan tersebut tidak memengaruhi statusnya dalam seleksi PPPK yang telah dijalani sebelumnya.
Hal ini memicu berbagai reaksi, terutama dari netizen yang mempertanyakan kelayakannya sebagai tenaga pendidik setelah skandal videonya.
Bahkan, tak sedikit netizen yang membandingkan hal itu dengan nasib vokalis band Sukatani, Novi Citra Indriyati.
Di mana Novi yang juga berprofesi sebagai guru, terpaksa dipecat dari sekolah swasta tempatnya mengajar usai viral lagu 'Bayar Bayar Bayar' yang mengkritisi kelakuan buruk oknum polisi.
"Yang kek begini dibiarin dan masih dikasih kesempatan sedangkan vokalis band Sukatani yang ngebela rakyat Indonesia untuk bersuara malah dibungkam dan dipecat, sehat gk sihh otaknya," cuit akun X @bu0na461*****. (ria)
Editor : Syahaamah Fikria