Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Teks Khutbah Jumat 17 Oktober 2025: Muhasabah Diri di Bulan Rabiul Akhir

Nur Pramudito • Jumat, 17 Oktober 2025 | 14:47 WIB

Teks Khutbah Jumat 17 Oktober 2025 Rabiul Akhir: Tema muhasabah diri, ajakan untuk mengevaluasi amal dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Teks Khutbah Jumat 17 Oktober 2025 Rabiul Akhir: Tema muhasabah diri, ajakan untuk mengevaluasi amal dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

RADARSOLO.COM - Teks Khutbah Jumat 17 Oktober 2025 bertepatan dengan bulan Rabiul Akhir, momentum yang tepat untuk mengangkat tema muhasabah diri.

Materi khutbah Jumat ini bisa menjadi bahan renungan dan pengingat bagi umat Islam untuk selalu memperbaiki amal dan menata hati.

Makna Muhasabah Diri

Muhasabah atau evaluasi diri merupakan upaya seorang muslim untuk menilai kembali perbuatan, sikap, dan ucapan yang telah dilakukan.

Dengan muhasabah, seseorang dapat mengukur sejauh mana ia telah menjalankan perintah Allah SWT dan menjauhi larangan-Nya.

Baca Juga: Teks Khutbah Jumat 10 Oktober 2025 Rabiul Akhir: Keutamaan dan Amalan yang Dianjurkan

Rasulullah SAW menegaskan pentingnya muhasabah dalam kehidupan seorang mukmin. Dalam sebuah hadits disebutkan:

 

"Dari Syaddad bin Aus ra, dari Nabi Muhammad saw bahwa beliau bersabda, 'Orang yang cerdas (sukses) adalah orang yang menghisab (mengevaluasi) dirinya sendiri, serta beramal untuk kehidupan sesudah kematiannya. Sedangkan orang yang lemah adalah orang yang mengikuti hawa nafsunya serta berangan-angan terhadap Allah SWT.' (HR Tirmidzi. Ia berkata, "Ini hadits hasan").

Relevansi Tema Muhasabah Diri dalam Khutbah Jumat

Tema muhasabah diri sangat relevan untuk disampaikan dalam khutbah Jumat.

Melalui introspeksi, setiap muslim diingatkan agar tidak terlena dengan dunia, tetapi terus memperbaiki amal saleh dan memperbanyak istighfar.

Momentum ini juga menjadi kesempatan untuk menata ulang niat dan langkah hidup, agar lebih dekat dengan Allah SWT dan bermanfaat bagi sesama.

Teks Khotbah Jumat 17 Oktober 2025

Materi khutbah Jumat kali ini bisa dijadikan panduan bagi para khotib untuk menyampaikan pesan spiritual yang menyentuh hati.

Dalam teks khutbah lengkap, disertakan pula doa khutbah pertama dan kedua yang bisa digunakan langsung saat pelaksanaan ibadah Jumat.

Khutbah I

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

الْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، وَبِهِ نَسْتَعِيْنُ عَلَى أُمُوْرِ الدُّنْيَا وَالدِّيْنِ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ اْلأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ، نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَعَلَى اٰلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَالتَّابِعِيْنَ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلىَ يَوْمِ الدِّيْنِ،

أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا الله وَحْدَه لَاشَرِيْكَ لَهُ الْمَلِكُ الْحَقُّ اْلمُبِيْن. وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَـمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ صادِقُ الْوَعْدِ اْلأَمِيْن.

أَمَّا بَعْدُ فَيَا أَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ. اِتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ. فَقَالَ اللهُ تَعَالَى: لَقَدْ جَاۤءَكُمْ رَسُوْلٌ مِّنْ اَنْفُسِكُمْ عَزِيْزٌ عَلَيْهِ مَا عَنِتُّمْ حَرِيْصٌ عَلَيْكُمْ بِالْمُؤْمِنِيْنَ رَءُوْفٌ رَّحِيْمٌ .

فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُلْ حَسْبِيَ اللّٰهُ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَ ۗ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ وَهُوَ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيْمِ

Hadirin Jamaah Jumat yang dirahmati Allah Swt.

Marilah kita panjatkan puji syukur kepada Allah Subhanahu Wata’ala atas kelimpahan nikmat islam, iman, dan kesehatan, sehingga kita dapat berkumpul di hari penuh keberkahan ini. Mari senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah Swt. karena takwa merupakan kunci kesuksesan dunia dan akhirat.

Shalawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada Rasulullah saw, Nabi terakhir panutan umat Islam, Muhammad saw. Semoga kita termasuk umat beliau yang mendapatkan syafaat di hari kiamat nanti.

Jamaah Jumat rahimakumullah

Muhasabah diri atau introspeksi diri merupakan amalan yang sangat dianjurkan. Dengan muhasabah, seseorang memiliki pengingat bahwa setiap perbuatan yang telah dilakukan tidak akan luput dari catatan malaikat dan akan ditanggung jawabkan di akhirat.

Sayyidina Umar menyerukan terkait muhasabah diri sebagai pengingat tindakan di kehidupan agar selalu mengingat Allah dan memastikan setiap perilaku tercela tidak dilakukan kembali di kemudian hari.

Sayyidina Umar bin Khattab berkata:

حَاسِبُوا أَنْفُسَكُمْ قَبْلَ أَنْ تُحَاسَبُوْا وَتَزَيَّنُوْا لِلْعَرْضِ الأَكْبَرِ وَإِنَّمَا يَخِفُّ الْحِسَابُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ عَلَى مَنْ حَاسَبَ نَفْسَهُ فِى الدُّنْيَا

Artinya: "Hisablah diri (introspeksi) kalian sebelum kalian dihisab, dan berhias dirilah kalian untuk menghadapi penyingkapan yang besar (hisab). Sesungguhnya hisab pada hari kiamat akan menjadi ringan hanya bagi orang yang selalu menghisab dirinya saat hidup di didunia."

Dalam Qur'an Surah Al-A'raf ayat 201 juga turut menjelaskan:

اِنَّ الَّذِيْنَ اتَّقَوْا اِذَا مَسَّهُمْ طٰۤىِٕفٌ مِّنَ الشَّيْطٰنِ تَذَكَّرُوْا فَاِذَا هُمْ مُّبْصِرُوْنَۚ

innalladzînattaqau idzâ massahum thâ'ifum minasy-syaithâni tadzakkarû fa idzâ hum mubshirûn

Artinya: “Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa, jika mereka dibayang-bayangi pikiran jahat (berbuat dosa) dari setan, mereka pun segera mengingat (kepada Allah). Maka, seketika itu juga mereka melihat (Kesalahan-kesalahannya).

Ayat ini menegaskan pentingnya muhasabah diri bagi umat Muslim. Melalui introspeksi, seseorang dapat menyadari kekurangan dan kesalahannya, lalu bertekad untuk memperbaikinya agar menjadi pribadi yang lebih baik.

Jamaah Jumat rahimakumullah

Muhasabah diri memiliki manfaat bagi umat Islam, diantaranya sebagai peringan hisab pada saat hari kiamat. Dalam Qur'an Surah Al-Haqqah ayat 18:

يَوْمَىِٕذٍ تُعْرَضُوْنَ لَا تَخْفٰى مِنْكُمْ خَافِيَةٌ

yauma'idzin tu‘radlûna lâ takhfâ mingkum khâfiyah

"Pada hari itu kamu dihadapkan (kepada Tuhanmu). Tidak ada sesuatupun dari kamu yang tersembunyi".

Setiap manusia kelak akan berhadapan dengan Allah SWT dan tidak ada satupun amal yang dapat disembunyikan. Namun, dengan muhasabah dan memperbaiki diri di dunia, insya Allah hisab di akhirat akan menjadi lebih ringan.

Muhasabah juga menjauhkan seseorang dari sifat takabur atau kesombongan. Sifat sombong menjadi salah satu hal yang dibenci oleh Allah. Muhammad bin Wasi’ berkata:

لَوْ كَانَ لِلذُّنُوْبِ رِيْحٌ مَا قَدَرَ أَحَدٌ أَنْ يَجْلِسَ إِلَيَّ

“Andaikan dosa itu memiliki bau, tentu tidak ada dari seorang pun yang ingin duduk dekat-dekat denganku.” (Muhasabah An-Nafs, hlm. 37, lihat A’mal Al-Qulub, hlm 373.)

Jamaah Jumat rahimakumullah

Muhasabah diri juga dapat menumbuhkan rasa tanggung jawab terkait segala perbuatan, ucapan, kewajiban yang terikat akan aturan agama. Melalui muhasabah, manusia dapat mengerti bahwa hidup akan kembali kepada sang pencipta, Allah swt.

Dalam Qur'an Surah Al Hasyr ayat 18 dijelaskan:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَّا قَدَّمَتْ لِغَدٍۚ وَاتَّقُوا اللّٰهَۗ اِنَّ اللّٰهَ خَبِيْرٌ ۢ بِمَا تَعْمَلُوْنَ

yâ ayyuhalladzîna âmanuttaqullâha waltandhur nafsum mâ qaddamat lighad, wattaqullâh, innallâha khabîrum bimâ ta‘malûn

Artinya: Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat). Bertakwalah kepada Allah, Sesungguhnya Allah maha teliti terhadap apa yang kami kerjakan.” (QS Al-Hasyr:18)

Demikian khotbah Jumat kali ini, tujuan muhasabah adalah untuk memperbaiki diri, meningkatkan kualitas iman dan ketakwaan. Dengan muhasabah, kita dapat menyadari kesalahan dan menjadikannya sebagai motivasi untuk memperbaiki diri menuju ridha Allah SWT.

Semoga Allah senantiasa memberikan petunjuk kebenaran bagi kita semua, dan memberikan ampunan serta keselamatan di dunia dan di akhirat.

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ مِنْ كُلِّ ذَنْبٍ. فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.

Khutbah II

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي هَدَانَا لِهَذَا وَمَا كُنَّا لِنَهْتَدِيَ لَوْلَا أَنْ هَدَانَا اللَّهُ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّااللهُ وَحْدَهُ لَاشَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنْ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ لَانَبِيَّ بَعْدَهُ. اللهم صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ المُجَاهِدِيْنَ الطَّاهِرِيْنَ أَمَّا بَعْدُ،

فَيَا آيُّهَا الحَاضِرُوْنَ، أُوْصِيْكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ. يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ، وَتَزَوَّدُوا فَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوَى.

فَقَدْ قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ، بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ: وَالْعَصْرِ. إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ. إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْر. إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا.

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ، وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ، فِى الْعَالَمِينَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ.

اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ. اَللّٰهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالطَّاعُوْنَ وَالْاَمْرَاضَ وَالْفِتَنَ مَا لَا يَدْفَعُهُ غَيْرُكَ عَنْ بَلَدِنَا هٰذَا اِنْدُوْنِيْسِيَّا خَاصَّةً وَعَنْ سَائِرِ بِلَادِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ.

رَبَّنَا اٰتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَ فِي الْاٰخِرَةِ حَسَنَةً وَ قِنَا عَذَابَ النَّارِ

عِبَادَ اللهِ اِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْاِحْسَانِ وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ. يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ. وَ اشْكُرُوْهُ عَلٰى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ. وَلَذِكْرُ اللهِ اَكْبَرُ

Editor : Nur Pramudito
#Teks Khutbah #Muhasabah Diri #Khutbah Jumat 17 Oktober 2025 #khutbah jumat #rabiul akhir #Teks Khutbah Jumat 17 Oktober 2025