RADARSOLO.COM - Kebakaran tragis terjadi di ruko PT Terra Drone di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat, pada Selasa (9/12/2025) siang, menelan 22 korban jiwa.
Berdasarkan keterangan Kapolres Jakarta Pusat, Susatyo, api diduga bermula dari baterai drone mainan di lantai satu yang difungsikan sebagai gudang.
Meski karyawan berusaha memadamkan api, kobaran cepat menyebar hingga lantai atas, menjebak sebagian besar pekerja yang sedang beristirahat di lantai dua hingga enam.
Siapa Pemilik PT Terra Drone?
PT Terra Drone Indonesia dimiliki oleh Terra Drone Corporation, perusahaan induk asal Jepang.
Baca Juga: Fakta-fakta Mengejutkan Kebakaran Gedung Terra Drone: Dari Korban hingga Dugaan Penyebab Api
Berkantor pusat di Bandung, Jawa Barat, perusahaan ini memiliki sekitar 201–500 karyawan.
Manajemen PT Terra Drone dipimpin oleh Michael Wishnu Wardana sebagai Managing Director, Tsuyoshi Habuchi (Head of Southeast Asia), Ryan Fadhilah Hadi (Chief Marketing Officer), Ray Ozma (Chief Technical Officer), dan Bangun Nuswantoro (Chief Financial Officer).
Kepemimpinan global dipegang oleh Toru Tokushige (Group CEO) dengan komisaris Dian Rusdiana dan Lunk Jayanata.
Profil PT Terra Drone Indonesia
PT Terra Drone adalah cabang resmi Terra Drone Corporation Jepang, pionir layanan drone industri terbesar di dunia.
Sejak berdiri pada 2016, PT Terra Drone Indonesia telah menjadi penyedia layanan drone terdepan, termasuk pemetaan udara, inspeksi infrastruktur, analisis data, dan berbagai aplikasi UAV lainnya.
Baca Juga: Daftar Nama 22 Korban Tewas Kebakaran Gedung Terra Drone Jakpus, Mayoritas Terjebak Asap Pekat
Dengan pengalaman hampir satu dekade, PT Terra Drone telah melakukan survei lebih dari 450.000 hektar lahan, memetakan 4.000 kilometer koridor, serta inspeksi lebih dari 3.000 aset di sektor energi, kehutanan, utilitas, pertambangan, konstruksi, dan industri strategis lain.
PT Terra Drone Indonesia memanfaatkan teknologi global dari Terra Drone Japan yang dinobatkan sebagai penyedia layanan drone nomor satu dunia pada 2024, menawarkan solusi lengkap mulai dari operasional UAV, perangkat keras, perangkat lunak, konsultasi teknis, hingga pelatihan profesional untuk pilot remote.
Selain itu, PT Terra Drone Indonesia terus mengembangkan layanan unggulan seperti LiDAR & photogrammetry, GIS & 3D modeling, inspeksi visual & termal, NDT (Ultrasonic Testing), pemantauan konstruksi dan reklamasi, survei GPR & magnetik, analisis vegetasi, drone spraying, deteksi kebocoran gas, serta dokumentasi pascabencana.
Sejak 2020, teknologi lanjutan seperti drone GPR, drone UT, dan drone surveillance menjadi bagian dari strategi ekspansi PT Terra Drone untuk memenuhi kebutuhan industri yang berkembang pesat.
Sejarah PT Terra Drone di Indonesia dimulai melalui AeroInspect dan Drone Van Java pada 2015, kemudian menjadi PT Aero Geosurvey Indonesia pada 2016.
Setelah melayani berbagai sektor industri, perusahaan ini menerima investasi strategis dari Terra Drone Corporation pada 2019 dan resmi menjadi PT Terra Drone Indonesia.
Kini, PT Terra Drone terus memperkuat posisinya melalui kerja sama dengan perusahaan migas besar seperti Chevron, ExxonMobil, Pertamina, serta berbagai BUMN dan korporasi besar lainnya.(np)
Editor : Nur Pramudito