RADARSOLO.COM – Peta kekuatan politik di "Kandang Banteng" resmi memasuki babak baru.
Dolfie Othniel Frederic Palit (Dolfie OFP) ditetapkan sebagai Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Tengah periode 2025-2030 dalam Konferensi Daerah (Konferda) yang digelar di Semarang, Sabtu (27/12/2025).
Dolfie resmi menggantikan politikus senior FX Hadi Rudyatmo yang sebelumnya menjabat sebagai pelaksana tugas.
Penetapan ini dilakukan dalam forum yang dihadiri langsung oleh Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri serta Ketua DPP PDI Perjuangan Puan Maharani d
Profil Ketua dan Struktur Inti
Dolfie OFP bukanlah sosok baru di lingkaran legislatif. Ia merupakan Anggota Komisi XI DPR RI yang kini memasuki periode ketiganya.
Meskipun lahir di Kepulauan Riau, Dolfie memiliki basis massa yang kuat di Jawa Tengah sebagai daerah pilihannya.
Selain posisi ketua, Konferda juga menetapkan dua posisi strategis lainnya:
Sekretaris: Dijabat oleh Sumanto (Ketua DPRD Jateng).
Bendahara: Dijabat oleh Kaisar Kiasa Kasih Said Putra.
Sosok Kaisar Kiasa merupakan putra dari Ketua Banggar DPR RI sekaligus Ketua DPD PDIP Jawa Timur, Said Abdullah, yang menandakan adanya regenerasi tokoh muda di struktur elit partai.
Kehadiran Generasi Muda: Pinka Haprani Menjabat Wakil Ketua
Baca Juga: Akhir Misteri Hilangnya Mantan Dosen UNS: Haryanto Ditemukan Selamat di Nganjuk, Begini Kondisinya
Menariknya, kepengurusan DPD PDIP Jateng periode ini juga merangkul representasi generasi muda dari trah Soekarno. Pinka Haprani, putri dari Puan Maharani yang juga Anggota Komisi XI DPR RI, resmi masuk dalam struktur kepengurusan.
Pinka dipercaya mengemban amanah sebagai salah satu Wakil Ketua DPD PDIP Jawa Tengah.
Masuknya Pinka dipandang sebagai langkah strategis partai dalam memperkuat pemilih muda serta melanjutkan estafet kepemimpinan internal di wilayah yang menjadi lumbung suara nasional PDIP tersebut.
Sementara itu, berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) terbaru yang dilaporkan pada Maret 2025, total kekayaan bersih Dolfie mencapai Rp48.585.978.160.
Menariknya, dalam laporan tersebut Dolfie tercatat tidak memiliki utang sepeser pun.
Dominasi Surat Berharga dan Kas Melimpah
Aset terbesar Dolfie tidak tersimpan pada properti, melainkan pada Surat Berharga yang nilainya mencapai RpRp21 miliar.
Selain itu, ia memiliki likuiditas yang sangat kuat dengan kepemilikan Kas dan Setara Kas sebesar Rp13,2 miliar.
Berikut rincian aset Dolfie:
Tanah dan Bangunan (Total Rp13,05 Miliar):
Seluruh aset propertinya berlokasi di Jakarta Selatan, yang terdiri dari tiga unit tanah dan bangunan dengan nilai tertinggi mencapai Rp10,8 miliar untuk satu unit seluas 521 m2.
Alat Transportasi (Total Rp1,12 Miliar):
Dolfie mengoleksi dua unit kendaraan roda empat, yakni Toyota Fortuner (2021) senilai Rp575 juta dan Toyota Voxy (2019) senilai Rp550 juta.
Harta Lainnya:
Harta bergerak lainnya tercatat senilai Rp126 juta.
Adapun daftar riwayat hidup Dolfie sebagai berikut:
Editor : Tri wahyu Cahyono