Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Benarkah Ada Grup Chat Mahasiswa Teknik Mesin IPB Lakukan Pelecehan Seksual? Pihak Kampus Akhirnya Ambil Sikap

Syahaamah Fikria • Rabu, 15 April 2026 | 22:30 WIB
Potongan percakapan di grup chat mahasiswa TMB IPB bernada pelecehan. (X @ipb_menfess)
Potongan percakapan di grup chat mahasiswa TMB IPB bernada pelecehan. (X @ipb_menfess)

 

RADARSOLO.COM – Manajemen Institut Pertanian Bogor (IPB) University akhirnya angkat bicara terkait kegaduhan di media sosial mengenai dugaan pelecehan seksual dalam grup chat atau percakapan mahasiswa. 

Pihak kampus mengonfirmasi bahwa saat ini proses investigasi internal sedang berjalan untuk mengungkap fakta di balik tangkapan layar yang meresahkan publik tersebut.

Langkah ini diambil setelah percakapan yang diduga milik oknum mahasiswa Departemen Teknik Mesin dan Biosistem (TMB) viral di platform X dan Instagram. 

Unggahan tersebut menampilkan perilaku pelecehan seksual secara verbal yang dianggap merendahkan harkat dan martabat perempuan melalui kata-kata sensitif dan tidak senonoh.

Baca Juga: Viral Dugaan Pelecehan di Grup Chat Mahasiswa IPB Tersebar di Medsos: Korban Diduga Diintimidasi Ancaman Akademis

IPB University Kecam Segala Bentuk Pelecehan

Direktur Kerjasama, Komunikasi, dan Pemasaran IPB University, Alfian Helmi, menegaskan bahwa institusinya tidak memberikan ruang bagi perilaku yang melanggar norma kemanusiaan. 

IPB secara resmi mengecam tindakan pelecehan dalam bentuk apa pun di lingkungan kampus.

"Terkait isu yang sedang diperbincangkan di media sosial, IPB University sangat mengecam segala bentuk perilaku yang merendahkan harkat dan martabat manusia. Saat ini, kami tengah melakukan langkah-langkah penanganan serius terhadap dugaan kasus tersebut," ujar Alfian dalam keterangan resminya, Rabu (15/4/2026).

Baca Juga: Apa Alasan Munif Taufik ‘Cepuin’ Aksi Pelecehan 16 Mahasiswa FH UI? Ramai Seruan Tolak Sebutan Whistleblower: Dia Juga Pelaku

 

Pemanggilan hingga Pengumpulan Bukti

Penanganan kasus ini kini berada di bawah otoritas Kantor Manajemen Keamanan, Keselamatan, dan Perlindungan Kampus (KMKKPK) IPB University. 

Tim tersebut sedang mengumpulkan alat bukti dan melakukan verifikasi terhadap identitas mahasiswa yang terlibat.

Beberapa langkah teknis yang sedang dijalankan antara lain:

- Pemanggilan Pihak Terkait: Melakukan klarifikasi kepada oknum yang diduga terlibat dalam grup tersebut.

Baca Juga: Siapakah Munif Taufik? Alih-alih Pahlawan, Usai Bongkar Chat Pelecehan 16 Mahasiswa FH UI Kini Disebut ‘Impostor’ dan 'Cuci Tangan'

- Pengumpulan Bukti Digital: Menelaah tangkapan layar dan data pendukung untuk memastikan keaslian informasi.

- Koordinasi Unit Terkait: Bekerja sama dengan satuan tugas internal guna menjaga objektivitas.

Ancaman Sanksi Tegas Berdasarkan Peraturan Rektor

Pihak kampus memastikan bahwa penanganan kasus ini merujuk pada regulasi internal yang ketat, yakni Peraturan Rektor IPB Nomor 45 Tahun 2025 tentang Tata Tertib Kehidupan Mahasiswa. 

Jika hasil investigasi membuktikan adanya pelanggaran, IPB tidak akan ragu untuk menjatuhkan sanksi administratif hingga sanksi berat sesuai aturan yang berlaku.

"Apabila terbukti terjadi pelanggaran tata tertib, IPB University akan menjatuhkan sanksi tegas. Setiap pelanggaran akan diproses tanpa pengecualian," tegas Alfian.

Pihak manajemen juga berjanji akan menyampaikan perkembangan kasus ini secara berkala kepada publik sebagai bentuk transparansi, dengan tetap menghormati proses hukum dan privasi yang sedang berjalan.

"Penanganan kasus ini akan kami sampaikan secara berkala sesuai proses yang berjalan dengan tetap menjaga prinsip kehati-hatian dan asas keadilan," tambah Alfian.

Kronologi Singkat Kasus

Kasus ini bermula saat sejumlah tangkapan layar percakapan grup WhatsApp yang diduga milik mahasiswa Departemen Teknik Mesin dan Biosistem (TMB) angkatan 59 bocor dan menyebar luas di media sosial.

Baca Juga: Anak Terjepit Eskalator di Neo Solo Grand Mall, Manajemen Perketat Imbauan Keselamatan

Dalam percakapan tersebut, terlihat beberapa oknum mahasiswa menggunakan gaya bahasa vulgar yang menjurus pada objektifikasi seksual dan penghinaan terhadap perempuan.

Polemik semakin memanas ketika muncul narasi di platform X dan Instagram bahwa korban yang merasa keberatan justru diduga mendapatkan intimidasi dalam sebuah "forum kekeluargaan". 

Korban diklaim mendapat ancaman terkait kelulusan kegiatan Masa Perkenalan Departemen (MPD) sebagai upaya pembungkaman agar kasus ini tidak mencuat ke publik. 

Gelombang protes dari netizen dan desakan dari berbagai pihak inilah yang akhirnya mendorong pihak rektorat IPB untuk melakukan investigasi menyeluruh pada Rabu (15/4/2026). (ria)

Editor : Syahaamah Fikria
#mahasiswa IPB #grup chat #ipb university #viral #pelecehan seksual