Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Motor Sering Brebet di Tanjakan? Ini Ciri Busi Sudah Lemah dan Wajib Diganti

Laila Zakiya • Rabu, 24 Desember 2025 | 19:03 WIB
Visual Busi Motor Honda - Tips perawatan motor Honda.
Visual Busi Motor Honda - Tips perawatan motor Honda.

RADARSOLO.COM - Sepeda motor Honda dikenal tangguh dan irit, namun performa mesin tetap sangat bergantung pada komponen kecil yang kerap diabaikan: busi.

Bagi pengendara di wilayah Jawa Tengah dengan kontur jalan berbukit seperti Bandungan, Kopeng, Temanggung, hingga Wonosobo, kondisi busi bisa menjadi penentu antara motor kuat menanjak atau justru brebet di tengah tanjakan.

Masalah brebet bukan sekadar mengganggu kenyamanan, tetapi juga berisiko terhadap keselamatan, terutama saat motor kehilangan tenaga mendadak di jalur curam.

Berikut tanda-tanda penting yang menunjukkan busi motor sudah waktunya diganti.

1. Motor Brebet dan Kehilangan Tenaga Saat Menanjak

Gejala paling sering dirasakan adalah mesin terasa “ngeden” saat menghadapi beban berat.

Ketika membawa penumpang atau melewati tanjakan panjang, laju motor terasa tidak stabil dan respons gas melambat.

Kondisi ini terjadi akibat misfiring, yakni percikan api busi yang tidak optimal atau terlambat.

Akibatnya, pembakaran tidak sempurna dan tenaga mesin turun drastis, situasi yang sangat berbahaya jika terjadi di tanjakan curam.

2. Starter Berat dan Sulit Dihidupkan

Busi yang mulai aus membuat proses penyalaan mesin tidak lagi efisien.

Pengendara akan merasakan tombol starter harus ditekan lebih lama atau diulang beberapa kali sebelum mesin menyala.

Masalah ini biasanya muncul karena elektroda busi sudah melebar atau permukaannya kotor, sehingga membutuhkan tegangan listrik lebih besar untuk memantik api.

3. Konsumsi BBM Lebih Boros dari Biasanya

Selain memengaruhi tenaga, busi yang sudah lemah juga berdampak langsung pada konsumsi bahan bakar.

Pembakaran yang tidak sempurna menyebabkan bensin terbuang tanpa menghasilkan tenaga maksimal.

Jika motor terasa lebih cepat kehabisan bensin meski jarak tempuh sama, busi bisa menjadi salah satu penyebab utamanya.

4. Ciri Visual Busi yang Harus Segera Diganti

Pemeriksaan sederhana bisa dilakukan secara visual.

Busi dalam kondisi normal memiliki warna merah bata atau cokelat muda pada ujung isolatornya. Sebaliknya, busi yang bermasalah biasanya menunjukkan tanda berikut:

* Warna kehitaman kering
* Elektroda menipis atau aus
* Permukaan busi tertutup kerak

Untuk motor harian, busi umumnya disarankan diganti setiap 6.000–8.000 kilometer.

Sementara busi iridium atau platinum memang lebih awet, tetapi tetap wajib diperiksa secara berkala, terutama sebelum perjalanan jauh.

Keselamatan Lebih Penting daripada Menunda Penggantian

Meski harganya relatif murah, busi memegang peran besar dalam menjaga performa dan keselamatan berkendara.

Hal ini ditegaskan oleh praktisi keselamatan berkendara dari Astra Motor Jawa Tengah.

“Jangan tunda penggantian busi hanya karena harganya yang relatif murah. Anggap ini sebagai investasi kecil untuk performa optimal, efisiensi bahan bakar, dan yang terpenting keselamatan kita dan orang lain di jalan. Selalu gunakan busi sesuai spesifikasi pabrikan atau yang direkomendasikan untuk jenis motor Honda yang kita miliki,” kata Oke Desiyanto, Senior Instruktur Safety Riding Astra Motor Jateng.

 

Motor brebet, sulit distarter, dan boros BBM sering kali berakar dari busi yang sudah melemah.

Dengan rutin memeriksa dan mengganti busi sesuai rekomendasi, pengendara tidak hanya menjaga performa mesin tetap optimal, tetapi juga meminimalkan risiko kecelakaan, terutama di jalur menanjak khas Jawa Tengah. (**)

Editor : Laila Zakiya
#Perawatan Motor #honda jateng #Astra Motor Jateng #safety riding #tips and trick #ahass