Salah satu orang tua siswa SMPN 9 Surakarta Lastri mendukung kebijakan Wali Kota yang kembali mengizinkan PTM boleh digelar. Setelah sebelumnya sempat ditutup selama sepekan, karena adanya lonjakan kasus Covid-19. Kini hampir tiga pekan sekolah kembali menggelar PTM terbatas dengan kapasitas maksimal 50 persen.
“Lebih setuju seperti itu, kalau PJJ seperti kemarin kurang efektif. Kalau belajar di sekolah anak itu lebih mudah paham, karena ada guru yang mendamping. Jika di rumah, misal kurang paham, kami orang tua juga tidak bisa membantu banyak,” ungkapnya.
Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Surakarta juga menerapkan peraturan buka tutup PTM di tengah kasus Covid-19. Bagi sekolah yang salah satu siswa maupun gurunya terkonfirmasi positif, maka kegiatan PTM distop sementara an diganti dengan PJJ. Kebijakan tersebut diambil untuk menghindari klater Covid-19 di lingkungan sekolah.
“Lebih baik memang seperti itu. Kalau ada yang terkena ditutup dulu sementara. Jika sudah aman bisa dibuka lagi. PTM itu memang lebih baik tetap digelar, takutnya kalau PJJ lagi anak itu kadang malas belajar jika tidak diawasi” ujar Didik Sunarno, orang tua siswa SMPN 16 Surakarta.
Kepala SMPN 4 Surakarta Sri Wuryanti mengatakan, mayoritas orang tua siswa di sekolahnya juga menghendaki untuk menggelar PTM. Meski sebelumnya PTM di sekolah ini sempat dihentikan sementara akibat temuan Covid-19.
“Saat ini sudah kembali PTM lagi, tidak apa-apa jika ada yang positif ditutup dulu PTM-nya. Baru kalau sudah aman bisa PTM lagi. Itu sudah biasa. Kami juga menerapkan prokes yang ketat sesuai arahan dinas,” ungkapnya.
Kepala Bidang SMP Disdik Kota Surakarta Abdul Haris Alamsah menyampaikan, kebijakan pemkot yang kembali mengizinkan kegiatan PTM kembali digelar merupakan keputusan yang tepat.
“Tidak apa-apa buka tutup PTM, karena bagaimanapun PTM itu jauh lebih baik ketimbang harus PJJ. Hasil evaluasi kemarin saat PJJ penuh, memang banyak terjadi learning loss. Lebih baik memang seperti ini, ada yang kena satu tutup dulu sambil dilakukan tracing. Kalau sudah aman PTM lagi,” jelas Haris.
Disdik menilai, saat ini orang tua maupun sekolah sudah jauh lebih bijak menangani kasus Covid-19. Jika dulu masih banyak orang tua dan sekolah yang masih takut melaporkan temuan kasus Covid-19 ke Disdik. Saat ini, mereka lebih terbuka dan dapat dengan bijak menyikapi kasus Covid-19 yang fluktuatif.
“Orang tua dan sekolah saat ini sudah mulai terbiasa, secara penerapan prokes juga jauh lebih baik dibandingkan semester lalu. Karena memang sudah hampir dua tahun pandemi berlangsung. Kami hanya berharap, sikap tersebut bisa terus dipertahankan para orang tua dan sekolah, agar PTM dapat berjalan dengan lancar,” tuturnya. (ian/bun/dam) Editor : Damianus Bram