Sebelumnya jurusan ini telah Terakreditasi A. Namun, dengan kerja keras para pimpinan Etnomusikologi, jurusan mampu menunjukkan kualitas yang lebih tinggi, yakni memperoleh Akreditasi Unggul.
“Unggulnya akreditasi di Jurusan Etnomusikologi ini bisa menjadi motivasi bagi program studi yang lain. Termasuk nanti akreditasi lembaganya. Memang yang lebih berat adalah mempertahankan akreditasi ini. Tetapi saya yakin Etnomusikologi bisa mempertahankannya,” ucap Rektor ISI Surakarta Dr I Nyoman Sukerna, S.Kar., M.Hum. kepada Jawa Pos Radar Solo, Jumat (10/2/2023).
Dr I Nyoman juga optimistis jurusan Etnomusikologi dapat maju menuju akreditasi internasional. Dorongan dan dukungan penuh akan diberikan untuk mencapai tujuan tersebut.
“Jadi Etnomusikologi harus siap-siap lagi untuk melangkah ke akreditasi internasional, dan kami sangat optimistis itu bisa dicapai,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Jurusan Etnomusikologi ISI Surakarta Dr. Aris Setiawan menceritakan, bukan hal yang mudah untuk mencapai akreditasi unggul dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (Ban-PT). Banyak tantangan dan proses yang harus dilewati para pimpinan jurusan dan para dosen Etnomusikologi. Salah satunya persiapan akreditasi dengan waktu yang sangat minim.
“Singkat cerita kami sempat tidak memiliki akreditasi karena telat untuk memperpanjang, hingga akhirnya kami diminta mengajukan akreditasi ulang, namun dengan sembilan area (bukan tujuh area sebagaimana yang dikuasai). Itu pun kami kerjakan dari nol dalam waktu dua minggu,” ungkapnya.
Beruntung prodi doktor di pascasarjana baru saja diakreditasi sembilan area, dan statusnya unggul. Belajar dari hal tersebut, Jurusan Etnomusikologi ISI Surakarta berupaya untuk mempelajari beberapa materi penilaian akreditasi. Melalui kerja sama yang ulet antara pimpinan dan dosen Jurusan Etnomusikologi, semua persyaratan akreditasi rampung dikerjakan. Meski sempat beberapa kali ditolak, para dosen dan civitas Etnomusikologi tak patah semangat.
“Sempat ditolak beberapa kali kemarin, ditolak kami perbaiki lagi sampai diterima. Kemudian asesor datang untuk menilai secara langsung, puncaknya pada 7 Februari kemarin kami akhirnya mendapatkan Akreditas Unggul,” imbuhnya.
Saat ini jurusan etnomusikologi ISI Surakarta merupakan program studi sarjana satu-satunya di Jawa Tengah bahkan di Indonesia yang terakreditasi Unggul oleh BAN-PT. Aris mengungkapkan, jika tidak ada aral melintang, Jurusan Etnomusikologi akan membuka prodi baru yakni Pendidikan Musik.
Jika saat ini Jurusan Pendidikan Musik hanya mendidik mahasiswa tentang bermain musik, jurusan Pendidikan Musik ISI Surakarta akan mengajarkan mahasiswanya budaya lewat musik.
“Lewat musik mereka akan mengerti kebudayaan dimana musik itu hidup. Jadi jika mereka bermain gamelan mereka akan mengerti tentang Jawa, ketika belajar musik melayu mereka akan tahu budaya Melayu itu seperti apa dan musik-musik lainnya,” jelasnya.
Kepala Program Studi Etnomusikologi Kiswanto menambahkan, dengan akreditasi Unggul, Jurusan Etnomusikologi memiliki banyak keuntungan. Diantara bagi mahasiswa lulusan Jurusan Etnomusikologi ISI Surakarta akan jauh lebih mudah mendapatkan beasiswa dan pekerjaan. Hal tersebut lantaran banyak beasiswa dan tempat kerja yang mensyaratkan akreditasi jurusan minimal “Baik Sekali” atau kalau bisa “Unggul”.
“Sehingga mahasiswa akan lebih luas memiliki ruang pendidikan yang lebih tinggi dengan akreditasi Unggul ini,” ucapnya.
Sedangkan bagi institusi ISI Surakarta, perolehan Akreditasi Unggul tersebut akan berpengaruh pada daya serap mahasiswa. Tercapainya akreditasi tersebut juga dapat meningkatkan capaian kinerja utama. Bagi para dosen akreditasi unggul, juga dapat meningkatkan semangat kinerja untuk mempertahankan akreditasi tersebut.
“Kalau ada prodi yang Unggul istitusinya juga akan naik peringkatnya, sehingga kan berdampak bagi mahasiswa, dosen, para lulusan dan institusi itu sendiri,” tandasnya. (ian/nik/dam) Editor : Damianus Bram