Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Gaya Hidup Photo

SMAN 2 Boyolali, Sekolah Siaga Kependudukan Wakili Provinsi Jateng

Damianus Bram • Senin, 8 Mei 2023 | 15:30 WIB
KEBERSAMAAN: Siswa kelas X SMAN 2 Boyolali mengikuti gerakan sarapan bergizi di aula, sebagai bagian dari implementasi Sekolah Siaga Kependudukan, Jumat pagi (5/5/2023). (M. IHSAN/RADAR SOLO)
KEBERSAMAAN: Siswa kelas X SMAN 2 Boyolali mengikuti gerakan sarapan bergizi di aula, sebagai bagian dari implementasi Sekolah Siaga Kependudukan, Jumat pagi (5/5/2023). (M. IHSAN/RADAR SOLO)
RADARSOLO.COM - SMAN 2 Boyolali getol membantu pemerintah, dalam menekan angka pernikahan dini dan pergaulan bebas. Setelah mencanangkan diri sebagai Sekolah Siaga Kependudukan (SSK). Tak heran Cabang Dinas (Cabdin) Pendidikan dan Kebudayaan Wilayah V Provinsi Jawa Tengah menunjuk SMAN 2 Boyolali, sebagai wakil SSK tingkat provinsi.

Sebagai SSK, SMAN 2 Boyolali menerapkan sejumlah pembiasaan positif kepada siswa. Supaya muncul kesadaran siswa dalam menjaga kesehatan reproduksi, serta menekan angka pernikahan dini. Salah satunya Jumat bebas emisi, dengan mematikan kendaraan bermotor saat memasuki gerbang sekolah. Dilanjutkan Jumat sehat, bersih, dan sehat bersama.

Seperti terlihat Jumat pagi (5/5/2023), pekan lalu. Tercatat 324 siswa kelas X mengikuti senam ceria di lapangan sekolah. Dilanjutkan gerakan sarapan bergizi di aula. Siswa membawa bekal makanan bergizi. Kemudian siswa kelas XI membersihkan ruang kelas masing-masing.

Setelah itu, semua siswa menjalankan kegiatan belajar mengajar (KBM). Siangnya, siswa salat Jumat berjamaah, dilanjutkan dan Jumat Muslimah.

“Remaja masuk usia rawan hal-hal yang menyimpang. Dengan penerapan SSK, diharapan bisa menekan angka pernikahan dini,” terang Koordinator SSK SMAN 2 Boyolali Tanti Siswanti.

Tanti menambahkan, sarapan bergizi membiasakan anak mengonsumsi makanan sehat. Berupa protein nabati, hewani, sayuran, buah, dan air putih. Sebagai upaya meningkatkan kecerdasan otak dan mencegah stunting.

“Kami juga bekerja sama dengan puskesmas. Memberikan edukasi kesehatan reproduksi, juga tablet tambah darah khusus untuk siswa putri tiap Senin,” imbuhnya.

Selanjutnya, juga dibentuk Pusat Informasi dan Konseling (PIK) Remaja. Tercatat 30 siswa ditunjuk menjadi PIK Remaja. Mereka dibekali materi edukasi esksual, kesehatan reproduksi, dan lainnya. Sehingga bisa menjadi menjadi role model sekaligus konselor teman sebaya bagi teman-temannya.

Berbagai program dan pembiasaan ini sudah dikoordinasikan dengan Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Boyolali.

"Ada dua sekolah yang ditunjuk, yakni SMAN 2 Boyolali dan SMAN 2 Klaten. Kegiatan-kegiatan dan program ini akan dibiasakan terus. Karena nanti action dan ending-nya ke siswa. Sesuai dengan visi-misi SMAN 2 Boyolali,” papar Wakil Kepala (Waka) Kesiswaan SMAN 2 Boyolali Paidi.

Sementara itu, Kepala SMAN 2 Boyolali Teguh Rahayu Slamet menyebut, para guru sudah dijejali sosialisasi terkait SSK. Termasuk diberi pembekalan berupa pelatihan pada Kamis (4/5). Agar mereka mampu menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) yang terintegrasi dengan materi kependudukan.

“Kegiatan ini digelar oleh Tim SSK SMAN 2 Boyolali. Kami menggandeng DP2KBP3A Boyolali dalam sosialisasi. Pesertanya dari para tenaga pendidik. Agar nanti bisa diaplikasikan ke dalam RPP, dan disampaikan ke siswa saat pembelajaran,” katanya. (rgl/fer) Editor : Damianus Bram
#Jumat bebas emisi #Sekolah Siaga Kependudukan #SSK #SSK SMAN 2 Boyolali #SMA Negeri 2 Boyolali #SMAN 2 Boyolali #edukasi kesehatan reproduksi