Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Prodi D3 Kebidanan Sekolah Vokasi UNS Gelar Pelatihan Pengolahan Biji Nangka di Kelurahan Mojo

Damianus Bram • Selasa, 24 Oktober 2023 | 16:44 WIB
BERI MANFAAT: Prodi D3 Kebidanan Sekolah Vokasi UNS bersama kader kesehatan Kelurahan Mojo, Kecamatan Pasar Kliwon, Solo saat pelatihan pengolahan beton.
BERI MANFAAT: Prodi D3 Kebidanan Sekolah Vokasi UNS bersama kader kesehatan Kelurahan Mojo, Kecamatan Pasar Kliwon, Solo saat pelatihan pengolahan beton.

RADARSOLO.COM – Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) pada 2013 menunjukkan kejadian anemia pada remaja putri usia 13-18 tahun adalah sebesar 22,7 persen. Anemia pada remaja putri adalah keadaan dimana remaja putri memilki kadar hemoglobin kurang dari 12 gram per desiliter.

Menstruasi pada remaja yang rutin dialami setiap bulan berisiko membuat remaja putri mengami anemia. Risiko lainnya adalah kurangnya konsumsi zat besi dan ketidakpedulian akan kandungan gizi dalam makanan yang dikonsumsi. Apabila anemia tidak segera tertangani, akan mempengaruhi kesehatan tubuh remaja dan mempengaruhi kesehatan reproduksi secara khusus. Selain itu dapat menurunkan perkembangan motorik, mental, dan prestasi belajar.

Upaya pemerintah untuk mencegah terjadinya anemia pada remaja adalah dengan memberikan satu tablet tambah darah setiap minggu selama 52 minggu. Namun dari hasil laporan Riskesdas pada 2018, hanya 1,4 persen remaja yang mengonsumsi tablet tambah darah sekira 52 butir, sisanya 98,6 persen tidak rutin mengonsumsi atau kurang dari 52 butir.

Biji nangka atau beton adalah salah satu limbah pangan rumah tangga dengan kandungan zat besi yang cukup tinggi. Biji nangka dapat digunakan sebagai alternatif bahan pangan dalam bentuk camilan untuk mencegah anemia pada remaja.

Studi pendahuluan yang dilakukan oleh Tim riset grup Midwifery D3 Kebidanan Sekolah Vokasi UNS pada beberapa SMP di wilayah Pasar Kliwon diperoleh sebanyak 67,9 persen remaja tidak rutin mengonsumsi tablet tambah darah. Selain itu, sebanyak 28,6 persen tidak mengonsumsi tablet tambah darah sama sekali.

Berdasarkan angka tersebut, tim riset grup melakukan pelatihan pengolahan biji nangka di Kelurahan Mojo, Kecamatan Pasar Kliwon, Kota Surakarta pada 13 Juli 2023. Adapun jumlah pesertanya 30 kader kesehatan Kelurahan Mojo.

ANTUSIAS: Pelatihan pengolahan beton untuk camilan pencegah anemia.
ANTUSIAS: Pelatihan pengolahan beton untuk camilan pencegah anemia.

”Pelatihan ini merupakan bentuk penerapan Tri Darma Perguruan Tinggi oleh dosen Prodi D3 Kebidanan SV UNS. Dengan pelatihan ini diharapkan kader kesehatan sebagai pemberdaya kesehatan masyarakat dapat mempraktikan dan menularkan cara pengolahan keripik nangka sebagai camilan kaya zat besi yang dapat dijadikan alternatif makanan kaya gizi oleh remaja putri yang cenderung suka mengonsumsi camilan,” kata Ketua Pelaksana Cahyaning Setyo Hutomo.

Lurah Mojo Nurochman mengucapkan terima atas pelatihan tersebut. Dia berharap hasil pelatihan ini dapat dipraktikkan oleh kader kesehatan dan masyarakat Kelurahan Mojo. Pelatihan dimulai dengan memberikan materi mengenai anemia pada remaja, dilanjutkan dengan materi pengolahan biji nangka. Diakhiri dengan praktik mengolah biji nangka menjadi camilan yang dapat mencegah anemia pada remaja putri.

Pembuatan cemilan kaya zat besi ini dimulai dengan merebus nangka selama 25 menit, kemudian dikupas kulitnya dan dipotong tipis sekira 1 sentimeter. Hasil potongan direndam dalam larutan garam 2 persen selama 20 menit, kemudian ditiriskan lalu digoreng sampai matang. Setelah matang, keripik biji nangka dapat dikemas dalam plastic pouch sesuai dengan selera. (adi)

Editor : Damianus Bram
#hemoglobin #biji nangka #Prodi D3 Kebidanan #Sekolah Vokasi UNS #anemia #remaja putri