RADARSOLO.COM – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) kelompok 74 Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menggelar pelatihan pembuatan kertas seni dari daun jati kering di Dusun Gunungduk, Desa Bulurejo.
Kegiatan yang berlangsung di Pendopo Gunungduk RT 04 RW 05 pada Rabu (13/8/2025) ini menjadi bagian dari program bertema “Kampung Iklim”, yang diusung kelompok KKN 74 UNS, sebagai bentuk kontribusi terhadap upaya mitigasi perubahan iklim.
Program Kampung Iklim merupakan inisiatif dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) yang mengedepankan pendekatan partisipatif dan berbasis komunitas dalam menghadapi tantangan perubahan iklim.
Mahasiswa KKN melihat potensi besar dari keberadaan hutan jati yang luas di Desa Bulurejo.
Namun, sebagian besar warga hanya memanfaatkan bagian batang pohon, sementara daun jati kering belum dimaksimalkan pemanfaatannya.
“Pohon jati memiliki banyak manfaat. Namun, masyarakat belum sadar potensi ekonominya, terutama dari bagian daun. Padahal, tumpukan daun kering ini juga bisa menjadi pemicu kebakaran hutan, terutama saat musim kemarau,” jelas Agus, pegiat Program Kampung Iklim Desa Bulurejo.
Pelatihan ini menyasar warga Dusun Gunungduk, khususnya ibu-ibu rumah tangga, sebagai peserta utama.
Menurut penanggung jawab program yang juga mahasiswa Agroteknologi UNS Siti Nur Annisa Fa’iziyati, daun jati kering memiliki kandungan serat selulosa tinggi, yang cocok sebagai bahan dasar kertas seni.
“Kertas seni dari daun jati ini bernilai ekonomi dan bisa dikembangkan menjadi produk kerajinan lokal. Ini bisa menjadi peluang UMKM untuk ibu-ibu di Desa Bulurejo, sekaligus menjadi langkah nyata mitigasi lingkungan,” ujarnya.
Pelatihan dimulai dengan pemaparan materi singkat mengenai manfaat dan teknik pembuatan kertas seni.
Selanjutnya, para peserta mengikuti praktek langsung dengan langkah-langkah sebagai berikut:
- Pulp daun jati dimasukkan ke ember berisi 1 liter air dan larutan tepung kanji
- Campuran diaduk, lalu dituang ke atas screen mesh
- Di atasnya diberi kain blacu dan triplek sebagai alas untuk pengeringan
- Screen mesh dibalik dan ditekan menggunakan spons agar kertas bisa diangkat
- Kertas dijemur selama 12–24 jam dengan teknik kering angin, tidak di bawah sinar matahari langsung, untuk menghasilkan tekstur halus.
Baca Juga: Beasiswa OSC Medcom.id 2025 Resmi Dibuka, Kuliah Gratis S1 & S2 hingga Lulus di 18 Kampus Favorit
Antusiasme peserta sangat tinggi. Pelatihan berlangsung interaktif, ditandai dengan banyaknya pertanyaan dan diskusi dari warga.
"Kami sangat senang. Ternyata daun jati bisa dimanfaatkan untuk kerajinan. Kami jadi ingin mencobanya sendiri di rumah,” ungkap salah satu warga Dusun Gunungduk.
Program ini mendapat dukungan dari Kadus Gungduk Hadi dan warga setempat.
Mahasiswa KKN 74 UNS berharap pelatihan ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat dalam memanfaatkan limbah organik serta mendorong terciptanya peluang ekonomi lokal yang berkelanjutan. (*/ria)
Editor : Syahaamah Fikria