Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

SMP Muhammadiyah 1 Simpon Matangkan Potensi Siswa di Kelas ICT dan AI Sebagai Pelajaran Wajib

Alfida Nurcholisah • Rabu, 22 Oktober 2025 | 05:45 WIB

FOKUS: Siswa SMP Muhammadiyah 1 Simpon Solo saat belajar.
FOKUS: Siswa SMP Muhammadiyah 1 Simpon Solo saat belajar.
 

RADARSOLO.COM —SMP Muhammadiyah 1 Simpon menjadi salah satu sekolah yang selangkah lebih maju dalam menghadapi era digital. Sebelum Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengumumkan koding dan kecerdasan buatan (AI) sebagai mata pelajaran pilihan tahun ajaran 2025/2026, sekolah ini sudah lebih dulu menjadikannya sebagai mata pelajaran wajib bagi seluruh siswanya.

Mata pelajaran ICT (Information Communication Technology) telah diterapkan sejak tahun lalu dengan durasi pembelajaran lima jam setiap minggu.

Sistem pembelajaran dibuat berjenjang: kelas 7 belajar aplikasi perkantoran (office), kelas 8 fokus pada koding, dan kelas 9 mendalami desain digital.

“Ini merupakan inovasi sekolah untuk menghadapi perkembangan digital saat ini, agar siswa memiliki bekal dasar terkait koding dan AI,” jelas guru ICT SMP Simpon, Handrian Ocktanandi (Iyan).

Dalam praktiknya, pembelajaran ICT tidak hanya berisi teori, tetapi juga praktik langsung. Guru ICT lainnya, Sekar Puspita Sari, menuturkan bahwa siswa diajak mengenal dunia digital melalui proyek membuat website.

“Awalnya kami kenalkan dulu apa itu website lewat tayangan YouTube, kemudian siswa saya ajak membuat website dari kodingan yang sudah disiapkan,” ujarnya.

Namun, proses belajar tidak selalu mulus. Tak jarang siswa menemui kendala seperti error dalam pemrograman. Untuk mengatasinya, guru mengarahkan siswa memanfaatkan bantuan AI.

“Kalau di kelas saya, saat terjadi error, anak-anak sudah saya ajarkan menggunakan AI untuk mencari tahu penyebabnya,” tambah Iyan.

Antusiasme siswa pun tinggi. Beberapa bahkan mulai mengembangkan proyek pribadi. Salah satunya Fiqy Pratama, siswa kelas 8, yang membuat website untuk memantau aktivitas trading-nya.

“Awalnya coba-coba trading waktu bulan puasa, terus di sekolah ada pelajaran bikin website sendiri. Jadi saya bikin website untuk bantu pantau perkembangan trading saya,” ungkap Fiqy sambil menunjukkan hasil kodingannya.

Sementara itu, Kasi Peningkatan Mutu SMP Disdik Solo Anik Indriyani menjelaskan, program koding dan AI sudah mulai disosialisasikan kepada 24 SMP penerima BOS Kinerja.

Sekolah lainnya akan mendapatkan giliran pada semester berikutnya. “Penerapan ini akan terintegrasi dengan mapel TIK. Kami juga sudah melakukan pelatihan kepada guru SD hingga SMA,” terang Anik, Selasa (21/10).

Dia menambahkan, elemen pembelajaran yang akan diterapkan mencakup berpikir komputasional, literasi digital, etika kecerdasan buatan, serta pemanfaatan dan pengembangan AI. (alf/nik)

 

Editor : Niko auglandy
#koding #ai