RADARSOLO.COM – Inovasi selalu hadir dari tangan-tangan kecil pelajar di Solo. Satu di antaranya Kertara, sabun cuci tangan alami berbahan dasar serai, daun kersen, daun sirih, dan lidah buaya.
Sabun cuci tangan ini diproduksi siswa kelas VII dan VIII SMPN 13 Solo, yakni Danendra Nayotama Sadajiwa, Kinaya Adzkiya, Tania Azhara Hafidz, Safira Haikal, dan Aerlyn Belvania.
Tak sekadar kreativitas di bidang sains dan kesehatan, tetapi juga mengenalkan pemanfaatan tanaman sekitar sebagai produk higienis yang aman dan alami.
Safira menjelaskan, inovasi ini berangkat dari riset dan kepedulian terhadap kebersihan. Berupa pemanfaatan bahan alami di lingkungan sekitar.
Baca Juga: FEB UMS Gelar Forum, Dorong Link and Match Lulusan Dengan Industri
“Awalnya kami baca-baca jurnal, lalu menemukan daun kersen milik pembina kami yang bisa dimanfaatkan jadi sabun cuci tangan,” jelas Safira, Jumat (15/4).
Hasil riset, daun kersen memiliki manfaat antibakteri. Sangat cocok digunakan sebagai bahan dasar sabun cuci tangan.
Baca Juga: Jelang SPMB, Sekolah Swasta Di Solo Adu Program Gaet Murid
Proses pembuatannya pun cumup mudah. Bahkan dengan alat-alat sederhana seperti baskom dan blander.
Diawali dengan merebus daun kersen, serai, dan sirih selama 15 menit. Setelah dingin, dicampur bahan pendukung lainnya seperti gliserin untuk melembabkan kulit, exafon untuk menghasilkan busa, serta NaCL sebagai pengental.
“Setelah itu daging lidah buaya diblander dan diambil ekstraknya. Kemudian dicampurkan ke dalam larutan sebelumnya,” imbuh Safira.
Setelah itu, larutan didiamkan selama 24 jam supaya hasil lebih bersih dan maksimal.
Sekali produksi, Safira dkk menghasilkan 1 liter sabun cair. Bahkan sudah 25 botol sabun Kertara yang diproduksi dan digunakan di lingkungan sekolah.
“Sekarang sudah dipasarkan di koperasi sekolah. Harganya Rp 18 ribu per botol ukuran besar. Ada juga yang travel size, harganya Rp 8 ribu per botol,” ujar Safira.
Safira berharap inovasi tersebut terus dikembangkan dan diproduksi masal. Mereka juga berniat uji laboratorium, untuk memastikan keamanan produk Kertara.
Sehingga nantinya bisa dipasarkan secara lebih luas kepada masyarakat.
“Kalau banyak yang mendukung, kami akan memproduksi lebih banyak lagi. Atau kalau belum memungkinkan, hanya produksi di sekolah saja," bebernya. (alf/fer)
Editor : fery ardi susanto