Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Gaya Hidup Photo

Pasar Klewer Sepi Bikin SDN Kauman Solo Dua Tahun Ini Krisis Murid

Alfida Nurcholisah • Selasa, 14 Juli 2026 | 17:02 WIB
Ilustrasi SDN Kauman Solo hanya selalu mengalami krisis murid saat memasuki tahun ajaran baru. (Dok. Radar Solo)
Ilustrasi SDN Kauman Solo hanya selalu mengalami krisis murid saat memasuki tahun ajaran baru. (Dok. Radar Solo)

RADARSOLO.COM - SDN Kauman Solo masih menghadapi tantangan dalam memenuhi kuota penerimaan peserta didik baru.

Selama dua tahun terakhir, jumlah siswa baru yang diterima belum mampu memenuhi daya tampung yang ditentukan yakni 28 siswa.

Pada tahun ajaran 2026/2027, SDN Kauman menerima tujuh siswa baru.

Meski belum memenuhi kuota, angka tersebut meningkat dibandingkan tahun lalu yang hanya memperoleh dua siswa.

Baca Juga: Empat SDN Tanpa Murid Baru di Karanganyar Tiadakan MPLS

Plt Kepala SDN Kauman Ratnawati mengatakan, dari tujuh siswa baru tersebut, lima anak diterima melalui jalur domisili dan dua melalui jalur offline.

"Alhamdulillah tahun ini dapat tujuh siswa. Ada kemajuan dibandingkan tahun kemarin yang hanya dua siswa. Tujuh siswa ini dari jalur domisili ada lima, dan yang daftar offline ada dua," ujarnya, Selasa (14/7).

Menurutnya, ada beberapa faktor yang menyebabkan minat masyarakat terhadap SDN Kauman masih rendah.

Selain lokasi sekolah yang kurang terlihat dari jalan utama, penurunan jumlah anak usia sekolah akibat keberhasilan program keluarga berencana (KB) juga memengaruhi jumlah calon peserta didik.

Baca Juga: MPLS Dulu Disebut MOS, Kok Berubah?

Di sisi lain, tren orang tua yang lebih memilih menyekolahkan anak di sekolah swasta turut menjadi tantangan sekolah dalam mencari murid baru.

"Kami menjadikan kondisi ini sebagai motivasi untuk terus membangun branding sekolah agar kejayaan SD Kauman yang dulu memiliki banyak siswa bisa kembali terulang," kata Ratnawati.

Berbagai upaya promosi pun telah dilakukan.

Selain aktif mengenalkan sekolah melalui kegiatan Posyandu 6 Plus bersama Dinas Pendidikan, SDN Kauman juga memanfaatkan siaran di Radio Pasar Klewer dan Radio Benteng.

Langkah tersebut dipilih karena selama ini banyak orang tua siswa bekerja di Pasar Klewer dan kawasan Benteng.

Namun, lesunya aktivitas perdagangan di Pasar Klewer juga berdampak pada penurunan jumlah siswa.

"Dulu hampir semua yang bekerja di Pasar Klewer menyekolahkan anaknya di SD Kauman. Sekarang karena pasar sepi, jumlah pekerja juga berkurang, sehingga berpengaruh juga terhadap jumlah siswa kami," jelasnya.

Baca Juga: Breaking News! MPLS Sekolah Rakyat Sukoharjo Diundur, Ini Alasannya

Sementara itu, pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) hari kedua diisi dengan senam, sosialisasi bahaya Napza, bersih-bersih lingkungan, hingga perkenalan antar guru dan siswa.

Pada akhir pekan nanti, sekolah juga berencana mengajak siswa mengenal lingkungan sekitar, seperti Alun-alun Utara dan Keraton Solo.

Sri Wahyuni berharap berbagai upaya yang dilakukan mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat sehingga tahun depan jumlah peserta didik baru dapat bertambah.
"Kami optimistis tahun depan bisa mendapat murid lebih banyak lagi sehingga SDN Kauman tetap eksis dan ikut mewarnai pendidikan di Kota Solo," ucapnya. (alf/fer)

Editor : fery ardi susanto
#spmb 2026 #krisis murid #sdn kauman solo #MPLS #pasar klewer