RADARSOLO.COM - Ada yang berbeda di sepanjang jalan Slamet Riyadi, kemarin. Sejumlah banner dan spanduk tentang Persis Solo dipajang di sepanjang Jalan protokol Kota Solo oleh para suporter.
Ini menandakan sebuah momentum untuk merayakan satu abad Persis Solo yang dirayakan 8 November ini.
"Come on you Sambernyawa", banner berukuran besar tersebut terpampang di depan Rumah Sakit DKT Slamet Riyadi. Keberadaannya, sontak jadi pusat perhatian semua masyarakat yang melintasi dan membaca banner tersebut.
Ada juga yang bertuliskan "Thanks For Persis Solo Godfather, Sastrosaksono, Raden Ngabehi Reksodiprojo, & Sutarman", "Berjuanglah Demi Lambang Di Dada", hingga "Go BACK To The Glory".
Tak hanya ratusan banner hingga flag yang dipasang. Pesta flare juga diagendakan dinyalakan di sekitar bundaran Gladag.
"Aksi ini 100 persen murni bersifat kolektif dari seluruh elemen suporter Persis Solo. Aksi ini terbuka untuk seluruh suporter persis. Mari sukseskan dan sengkuyung aksi ini bersama. The glorious century," imbuh pernyataan resmi Ultras 1923 di akun Instagram-nya.
Aksi ini diikuti oleh semua elemen suporter Persis. Mulai dari Ultras 1923, Surakartans, Pasoepati, Garis Keras Sambernyawa, hingga First Mangkoenegoro 1923.
"Kami semua allout. Yang pasti ribuan (dari Pasoepati). Ini inisiatif teman-temen. Obrolan itu sudah lumayan lama untuk acara menjelang 100 tahun ini," beber Presiden DPP Pasoepati Agoes Warsoep kepada Jawa Pos Radar Solo.
Namun sayang, ada beberapa spanduk yang dianggap berbau provokatif dan bertuliskan kata-kata tak pantas, yang akhirnya diamankan Satpol PP Surakarta.
"Spanduk yang bernada provokatif harus saya turunkan, seperti kata kalau menang mendem ciu. Ya kami tertibkan. Ada beberapa jumlahnya. Ada juga spanduk bernada provokatif. Tentu ini tidak etis, apalagi terpasang di jalan utama Solo. Yang melintas bukan hanya warga Solo, jadinya bisa muncul kesan narasi negatif nanti," jelas Kepala Satpol PP Surakarta Arif Darmawan. (nis/atn/nik)
Editor : Damianus Bram