RADARSOLO.COM - Jurang degradasi semakin menganga bagi Persis Solo. Meski kompetisi Super League 2025/2026 masih menyisakan separuh musim, jika kondisi ini tidak dievaluasi, bukan tak mungkin Laskar Sambernyawa akan kembali turun kasta ke Liga 2 musim depan.
Dalam pertemuan tertutup dengan perwakilan suporter, owner Persis Solo Kaesang Pangarep menyampaikan permintaan maaf atas performa buruk tim di putaran pertama.
“Saya minta maaf kepada suporter karena kinerja manajemen tidak maksimal. Sekarang saya sering di Jakarta, ada kesibukan lain. Tapi saya berkomitmen tidak mencampur adukkan politik dengan sepak bola,” tegas Kaesang.
Kaesang menegaskan bahwa secara kepemilikan, dia masih memegang kendali penuh klub. Dia juga membuka ruang diskusi kepada suporter mengenai posisinya sebagai pemilik dan ketua umum PSI.
“Saya tidak ingin Persis Solo degradasi. Secara bisnis, saya sudah menaruh banyak modal di sini. Kalau masih berkenan, saya ingin tetap terlibat dan mendengar suara suporter secara langsung,” jelas putra Presiden Joko Widodo itu.
Kaesang menegaskan dia sama sekali tidak menelantarkan Persis Solo apalagi sudah pasrah dengan situasi yang muncul di tim ini.
“Kalau punya pemikiran saya nggak ngragati, wes tak tinggal kat ndek mben. Secara bisnis sudah tidak masuk, apalagi kemarin ada denda flare (usai laga kontra Persita Tangerang),” tuturnya.
Kaesang juga menegaskan kembali, dia tidak ingin mencampuri Persis Solo dan politik.
“Saya tahu, ada yang mau datang di acaraku di Sunan (Rakorwil PSI Jateng di The Sunan Hotel Solo, 8/1), kan? Kalau mau dicampur adukkan dengan politik gak apa-apa. Kalau masih berkenan saya di Persis, ya ayo jalan bareng. Saya ingin mendengar suara dari masing-masih suporter,” ucap Kaesang.
Suporter juga sempat meminta kehadiran Kaesang lebih nyata, baik di pertandingan maupun saat latihan, untuk membangkitkan mental pemain. Menanggapi hal itu, Kaesang menambahkan siap mengevaluasi diri.
“Saya yang kurang adalah kontrol manajemen. Saya butuh satu orang di sini untuk menjadi penghubung langsung dengan saya, melaporkan permasalahan. Tujuannya agar uang yang saya tanam di Persis tidak habis sia-sia,” tuturnya.
Pernyataan ini sekaligus menjadi sinyal bahwa manajemen Persis Solo akan diperbaiki, dengan keterlibatan langsung pemilik untuk mengembalikan performa tim dan kepercayaan suporter. (nik)
Editor : Niko auglandy