Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Jelang Persis Solo vs Persebaya Surabaya, Suporter Kritik Tajam Soal Hal Ini

Hernindya Jalu Aditya Mahardika • Selasa, 5 Mei 2026 | 20:52 WIB
Gelandang Persis Solo Althaf Indie saat berebut bola dengan pemain Persebaya Surabaya di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Minggu (2/11/2025) malam.
Gelandang Persis Solo Althaf Indie saat berebut bola dengan pemain Persebaya Surabaya di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Minggu (2/11/2025) malam.

RADARSOLO.COM -  Persis Solo tengah bersiap menghadapi Persebaya Surabaya dalam lanjutan Super League 2025/2026 pada pekan ke-32, Sabtu (9/5/2026). Beruntung di laga ini, Persis sudah mendapatkan dukungan dari suporter meski yang hadir diwajibkan tanpa atribut klub.

Namun di balik kabar positif tersebut, ada kabar kurang menyenangkan di pihak tribun. Beberapa suporter berniat melakukan boikot untuk tidak hadir di laga melawan Persebaya Surabaya.

Aksi ini merupakan bentuk protes karena suporter merasa pihak manajemen Persis tidak melakukan komunikasi terkait penentuan harga tiket, mengingat tribun utara dan selatan ditutup imbas sanksi dari Komdis.

Baca Juga: Astrid Turun ke Lapangan, Suntikan Semangat untuk Persis Solo: Optimistis Terhindar dari Degradasi, dan Laskar Sambernyawa Sanggup Menang di 3 Laga Hidup Mati

Menanggapi situasi ini, Presiden DPP Pasoepati Arif Jodi Purnomo menyebut,  pihaknya memahami adanya perbedaan sikap di kalangan suporter.

“Izin untuk match besok memang ada komunitas yang melaksanakan boikot terkait kenaikan harga tribun yang tanpa mengajak komunikasi kawan-kawan suporter,” ujarnya.

Meski demikian, Pasoepati memilih untuk tetap memberikan dukungan penuh kepada tim. Mereka menilai kehadiran suporter di stadion tetap penting dalam mengawal perjuangan Laskar Sambernyawa.

“Kami dari Pasoepati menghargai pendapat kawan-kawan tersebut. Kami juga sempat kecewa dengan kenaikan nominal harga tiket,” lanjutnya.

Baca Juga: Bahaya! Persebaya On Fire, Persis Solo Terancam Degradasi: Sosok Ini Tebar Ancaman

Namun, pihaknya juga mencoba melihat situasi secara lebih luas. Menurut Jodi, penutupan dua tribun berdampak langsung terhadap potensi pendapatan klub.

“Match besok ada dua tribun yang ditutup, otomatis pendapatan kurang maksimal, jadi harga dinaikkan itu wajar. Kami tetap akan all out untuk Persis sampai akhir kompetisi,” tegasnya.

Di sisi lain, Pasoepati tidak tinggal diam terkait persoalan komunikasi dengan manajemen. Mereka telah melakukan upaya untuk menyampaikan aspirasi suporter.

Jodi mengungkapkan bahwa pihaknya sudah berkomunikasi langsung dengan manajemen Persis terkait polemik tersebut. Komunikasi dilakukan melalui sambungan telepon dengan perwakilan klub.

“Hasil komunikasi kami dengan manajemen, memang pengambilan keputusan harga kemarin dilakukan secara sepihak,” jelasnya.

Baca Juga: Empat Gol Bola Mati Malut United, Bukti Pertahanan Persis Solo Tidak Baik-Baik Saja

Manajemen Persis, lanjut Jodi, telah memberikan komitmen untuk memperbaiki pola komunikasi ke depan. Mereka berjanji akan melibatkan suporter sebelum mengambil kebijakan serupa.

“Pihak manajemen berjanji ke depan akan ada komunikasi terlebih dahulu apabila ada kenaikan harga,” pungkasnya. (hj/nik) 

Editor : Niko auglandy
#Super League #Persebaya Surabaya #persis solo #liga 1