RADARSOLO.COM – Peluang Persis Solo untuk bertahan di Super League Indonesia kembali terbuka. Hasil pertandingan antara Madura United melawan Bhayangkara FC 1-3, Senin (11/5), memberi tambahan harapan bagi Laskar Sambernyawa.
Di lain sisi, kemenangan Bhayangkara FC dicetak oleh mantan pemain Persis Solo, yakni Ryo Matsumura dan Moussa Sidibe. Ryo Matsumura bukan nama asing bagi publik Stadion Manahan. Gelandang asal Jepang itu pernah memperkuat Persis pada musim 2022/2023 dengan status pinjaman dan menjadi salah satu pemain kunci di lini tengah.
Sementara itu, Moussa Sidibe memiliki ikatan yang lebih panjang dengan klub kebanggaan Kota Bengawan. Pemain asal Mali tersebut menjadi andalan Persis selama dua musim, yakni 2023/2024 dan 2024/2025.
Dalam pertandingan di kandang Bhayangkara FC yakni Stadion Sumpah Pemuda, Bandar Lampung, Ryo mencetak gol penyama kedudukan pada menit ke-62. Gol tersebut menjadi titik balik yang mengubah jalannya pertandingan.
Baca Juga: Hasil Pembagian Grup Liga 4 Nasional, Persiharjo Sukoharjo dan Persebi Boyolali Masuk Grup Neraka
Bhayangkara FC kemudian berbalik unggul dan memastikan kemenangan lewat gol Moussa Sidibe pada menit ke-87. Gol itu sekaligus menjadi penutup kemenangan 3-1 bagi The Guardians.
Hasil tersebut disambut positif oleh pelatih Persis Solo, Milomir Seslija. Namun, Milo menegaskan bahwa kontribusi Ryo dan Sidibe murni lahir dari profesionalisme mereka sebagai pemain.
“Bagus melihat mereka bersikap profesional. Mereka bermain untuk tim mereka masing-masing,” ujar Milo kepada Jawa Pos Radar Solo, Selasa (12/5/2026).
Ya, andai kemarin Madura menang, tentu Persis sudah dipastikan terdegradasi. Situasi ini membuat Persis mendapatkan asa untuk bertahan. Kekalahan itu membuat persaingan di papan bawah masih sangat terbuka hingga dua pertandingan tersisa. Itupun dengan catatan Madura didua laga terakhir nanti selalu kalah, dan Persis bisamenang saat nanti melawan Dewa United dan Persita.
Milo -sapaan akrab Milomir Seslija- mengakui, hasil pertandingan lain memang memberi peluang tambahan bagi Persis. Namun, fokus utama tim tetap pada peningkatan performa sendiri. Menurut pelatih asal Bosnia-Herzegovina memastikan timnya tidak akan menyerah.
Dengan dua laga tersisa, Persis akan berjuang hingga titik akhir demi mempertahankan status di kasta tertinggi sepak bola nasional.
“Dalam dua pertandingan tersisa, kami akan melakukan yang terbaik untuk tetap bertahan di Super League. Kami akan terus berjuang hingga tetes tenaga terakhir,” tandasnya. (hj/nik)
Editor : Niko auglandy