Ketua Paguyuban Kios Stadion Sriwedari (PKSS) Mamang Rahmanto mengatakan, keberatan para pedagang kios Stadion Sriwedari soal kenaikan retribusi itu sudah disampaikan ke Wali Kota dan Komisi IV DPRD Surakarta.
“Sebanyak 25 pedagang kios Stadion Sriwedari mulai dari warung sate di ujung barat hingga bengkel sepeda motor di ujung timur yang tergabung dalam paguyuban pedagang sepakat meminta keringanan kepada pemkot,” ujar Mamang, Rabu (26/1).
Berdasarkan perhitungan pedagang, saat ini hanya sanggup membayarkan retribusi dengan kenaikan maksimal 50 persen dari tarif sebelumnya. Artinya jika sebelumnya ditarik tarif Rp 90 ribu per bulan, pedagang hanya mampu membayar Rp 180 ribu per bulan.
“Pedagang minta maksimal kenaikan untuk saat ini hanya sampai maksimal 50 persen dari retribusi yang kemarin. Nah, nanti baru setelahnya kalau tarifnya ada kenaikan lagi sesuai regulasi yang ada kami tidak keberatan. Tujuannya agar ke depan akan naik kembali secara bertahap (sesuai regulasi) kami jadi lebih siap,” tutur Mamang.
Dia mengapresiasi keluhan itu mendapat respons dari pemkot yang berjanji segera menanggapi keberatan pedagang tersebut.
“Sikap pedagang itu sebetulnya tidak mempermasalahkan naiknya retribusi kios, hanya saja nominal kenaikannya jangan setinggi itu. Alhamdulillah ini sudah direspons baik oleh pemerintah,” jelas dia. (ves/bun/dam) Editor : Damianus Bram