Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Magnet Destinasi Pariwisata Baru di Kota Solo, Dongkrak Wisatawan

Damianus Bram • Selasa, 25 April 2023 | 15:00 WIB
Solo Safari Zoo jadi objek wisata baru di Kota Solo. (M. IHSAN/RADAR SOLO)
Solo Safari Zoo jadi objek wisata baru di Kota Solo. (M. IHSAN/RADAR SOLO)
RADARSOLO.COM - Kehadiran sejumlah destinasi wisata baru di Kota Bengawan diharapkan menjadi daya tarik wisatawan. Pemkot terus menggenjot kunjungan wisatawan agar betah tinggal lebih lama.

Masjid Raya Sheikh Zayed menjadi salah satu daya tarik baru di sektor kepariwisataan Kota Bengawan. Konsep wisata religi ini nantinya akan dipadu dengan konsep edukasi dengan hadirnya cultural center yang direncanakan dibangun pada tahun ini.

Dengan upaya itu, tingkat kunjungan pariwisata di Solo bisa dioptimalkan sehingga berpengaruh pada meningkatnya pendapatan asli daerah (PAD) dan mendongkrak kesejahteraan masyarakat.

“Harapannya bisa mendatangkan banyak orang berkunjung ke Solo. Nanti juga bisa diintegrasikan dengan wisata-wisata lain. Pokoknya kita dorong terus ke arah sana. Makanya program-programnya juga harus disusun dengan baik ya,” kata Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka.

Berdasarkan data kunjungan wisata Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Surakarta 2022, jumlah wisatawan lokal mencapai 1.119.006 orang dan 3.171 wisatawan mancanegara. Jumlah ini meningkat dari pada data serupa pada 2021. Di mana jumlah wisatawan lokal mencapai 372.029 orang dan 68 orang wisatawan mancanegara.

Hadirnya sejumlah destinasi wisata baru ini diharapkan mendongkrak kunjungan wisata di Solo dan berdampak pada lamanya masa tinggal wisatawan (length of stay) dari rata-rata 1,5 hari menjadi 2 hari.

Lenght of stay harus naik, jadi dua malam. Kalau ritme kerjanya seperti ini saya yakin pasti naik. Makanya kita harus gandeng semua stakeholder untuk mempromosikannya. Dampak lainnya kan juga dipertumbuhan ekonomi. Tahun kemarin (2022) sudah 6,25 persen, jauh lebih tinggi dari tahun sebelumnya (2021) yang hanya 4,01 persen,” hemat Gibran.

Manajer Operasional Masjid Raya Sheikh Zayed Munajat mengungkapkan, daya tarik masjid tersebut bisa dilihat dengan beragam cara. Dari segi kesejarahan pihaknya bisa panjang lebar bercerita tentang kedekatan dan hubungan baik antara Presiden Joko Widodo dan Presiden UEA Mohammed Bin Zayed Al Nahyan. Dari segi kemegahan bangunan, banyak pesona masjid yang dibangun serupa dengan Grand Mosque di Abu Dhabi itu.

Sementara dari segi akulturasi, pengelola masjid akan menceritakan soal perpaduan nilai-nilai budaya UEA yang dipadukan dengan kekhasan Indonesia yang terlihat pada banyaknya motif batik kawung di berbagai sisi masjid yang dibangun 2021-2023 itu.

“Kehadiran masjid ini diharapkan bisa memperbanyak kajian-kajian keislaman sekaligus menjadi penyambung silaturahmi dengan Pemerintah UEA. Ke depan akan dilengkapi dengan cultural center yang dilengkapi dengan fasilitas pendidikan dan area komersiil. Intinya agar bisa bermanfaat untuk banyak orang,” tutur dia.

Tidak hanya wisata regili, revitalisasi Taman Satwa Taru Jurug menjadi Solo Safari juga menjadi mangnet wisata baru. Sejak dibuka pada 27 Januari lalu, tingkat okupansi Solo Safari terhitung stabil. Jumlah kunjungan terus meningkat. Bahkan di akhir pekan berkali lipat. Saat ini, progres terbaru Solo Safari adalah menyelesaikan fase dua.

"Prediksinya, akhir tahun ini nanti fase dua sudah selesai. Sejauh ini antusiasme pengunjung masih tinggi. Terutama saat weekend. Koleksi satwa kami juga berangsur semakin banyak yang sudah bisa ditampilkan," ujar General Manager Solo Safari Sinta Adithya.

Selain singa, koleksi hewan omnivora juga ditambah untuk interaksi dengan pengunjung. Di fase dua mendatang, rencananya dibangun taman burung dan menghadirkan beberapa hewan karnivora. Salah satunya, leopard.

Pejabat Humas Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Solo, Sistho A. Sreshtho mengatakan, Kota Solo sudah menjadi sebuah brand. Sebab itu, harus dijaga agar tetap memiliki first impression yang baik bagi para customer.

“Solo saat ini sedang gencar-gencarnya mem-branding diri agar memiliki imej positif ke para calon customer yang ingin berkunjung," ujar Sistho.

Salah satu upaya, sebisa mungkin menghindari adanya berita negatif tentang Kota Solo. Sistho menyontohkan soal pembatalan Piala Dunia U-20, Solo menjadi salah satu venue-nya. Pemberitaan soal ini bisa jadi berdampak negatif bagi upaya branding Kota Solo yang welcome terhadap para tamu.

"Upaya branding lainnya, memberikan kepastian harga  dan lain-lain. Contoh dari kota tetangga, pengalaman pengunjung yang mendapatkan perlakuan tidak nyaman soal harga. Tamu sekarang itu kalau komplain, lewat media sosial. Ini jejak digitalnya tidak akan pernah hilang," jelasnya.

Menurutnya, komplain ketidaknyamanan pengunjung itu sangat mudah mem-brainstorming para calon tamu lainnya. Alhasil, upaya branding yang sudah dilakukan pemerintah daerah setempat dan pelaku pariwisata gugur begitu saja lantaran berita negatif. Sebab karakter customer Indonesia masih semacam itu.

"Ini yang perlu kita jaga. Bagaimana kita dapat menghindari seluruh kegiatan yang nantinya berpotensi membawa dampak negatif bagi dunia pariwisata kita," sambungnya.

Sistho membeberkan, tiga hal yang wajib dijaga oleh sebuah kota dalam mem-branding sebagai kota tujuan pariwisata. Pertama, faktor kenyamanan. Kota ini harus memberikan rasa nyaman terhadap para calon tamu. Termasuk aksesibilitas ke kota, fasilitas akomodasi yang disediakan, dan variasi destinasi wisata. One stop service. 

"Kedua, adanya kepastian. Kepastian hukum, kebijakan. Khususnya saat pandemi Covid-19 kemarin. Nah yang ketiga, adanya jaminan terhadap keamanan. Apakah kota ini berpotensi terjadi bencana alam, kejahatan. Termasuk keamanan dalam hal transaksi. Harga yang pasti, tidak ada permainan harga, barang yang berkualitas," terangnya.

Jika tamu merasa tidak aman dan nyaman, otomatis kota ini akan terhambat sebagai kota destinasi wisata. Imbasnya, tidak hanya kota itu sendiri yang rugi. Tapi juga masyarakat kota setempat. Kehilangan revenue besar.

"Infrastruktur sudah dibangun sedemikian rupa, sudah nyaman aksesnya bagus dan mudah, hotel dan pusat perbelanjaan lengkap. Tapi karena tidak bisa memberikan rasa aman dalam hal pricing management, ini akan berdampak pada para tamu tidak memilih kota ini untuk berwisata," ujar dia. (ves/aya/bun) Editor : Damianus Bram
#Objek Wisata di Solo #Solo Safari #Destinasi Wisata Baru #Solo Safari Zoo #Wisata di Solo #Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka #Masjid Raya Sheikh Zayed