Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

FKUB Solo Bongkar Ancaman Baru di Tengah Aksi Demo: Hoaks dan Adu Domba

Mannisa Elfira • Senin, 1 September 2025 | 01:27 WIB
FKUB Surakarta menggelar jumpa pers, Sabtu (30/8).
FKUB Surakarta menggelar jumpa pers, Sabtu (30/8).

RADARSOLO.COM – Bara demonstrasi di Kota Solo belum juga padam. Setelah kericuhan di jalanan, kini ancaman lain mengintai: hoaks dan adu domba di media sosial.

Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Surakarta mengingatkan masyarakat agar tidak mudah tersulut isu liar yang berpotensi memperkeruh suasana.

Ketua FKUB Kota Solo Muhammad Mashuri, menyebut masyarakat sebenarnya sudah cukup cerdas dalam menyikapi situasi.

Namun, tetap ada potensi pihak-pihak yang mencoba memanfaatkan kondisi dengan menyebar kabar menyesatkan.

"Kita sudah melalui proses panjang dalam belajar dari konflik yang pernah terjadi. Jadi mohon untuk diverifikasi dahulu, supaya suasana tetap kondusif. Harapan kami tokoh-tokoh juga bisa menyeimbangkan semua umatnya di lini masing-masing. Jangan membuat status-status yang mungkin itu belum tentu benar,” ujarnya.

Mashuri menambahkan, pihaknya paling mengkhawatirkan dampak hoaks pada pelajar hingga mahasiswa.

Menurutnya, peran keluarga sangat penting untuk menjaga agar generasi muda tidak terjebak dalam ajakan-ajakan yang berpotensi berujung anarkis.

"Bagi yang punya anak atau cucu, mohon dijaga supaya tidak ikut ajakan-ajakan aksi yang mengarah ke anarkis,” pesannya.

Nada serupa juga disampaikan perwakilan agama Katolik, Antonius Bambang Tri Antono. Dia menegaskan pentingnya edukasi ke masyarakat, khususnya generasi muda, untuk melawan arus informasi palsu yang semakin marak.

"Edukasi terkait berita hoax dan viral yang justru itu semakin memperkeruh suasana, itu coba kita tangkal. Kami sudah berikan edukasi ke generasi muda. Baik melalui komunitas muda maupun organisasi masyarakat," ucapnya.

Antonius bahkan mengungkapkan beberapa wilayah sudah memberi imbauan khusus kepada kalangan pelajar.

"Ada instruksi agar pelajar SMA maupun SMK lebih dipantau, jangan sampai ada aktivitas di luar rumah yang tidak perlu. Beberapa waktu lalu, ada indikasi banyak pelajar ikut aksi yang justru merugikan diri mereka sendiri,” pungkasnya. (nis/nik)

 

Editor : Niko auglandy
#FKUB