RADARSOLO.COM - Berbagai upaya dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Solo untuk mendongkrak potensi pariwisata. Paling gres, ditelurkan program Among Tamu. Program ini dikonsep seperti travel buddy atau teman perjalanan.
Sejatinya beberapa objek wisata di Kota Solo sudah menyediakan tour guide. Di antaranya Keraton Kasunanan, Pura Mangkunegaran, Museum Radya Pustaka, Museum Keris Nusantara, dan yang lainnya.
Namun, keberadaan tour giude dianggap belum cukup. Inilah yang melandasi Pemkot Solo menelurkan program Among Tamu dengan konsep travel buddy.
Sebagai catatan, konsep travel buddy sangat berbeda dengan tour guide atau pemandu wisata. Karena travel buddy tak sekadar memberikan informasi, pendampingan, dan bimbingan kepada wisatawan.
Lebih dari itu, jasa ini menjadikan wisatawan sebagai teman dalam perjalanan. Sehingga wisatawan tak lagi merasa kesepian selama menjelajahi tempat-tempat yang dituju. Karena disampingnya ada travel buddy selayaknya teman karib.
Nah, konsep seperti ini yang diadopsi dalam program Among Tamu. Di awal-awal program, Pemkot Solo melalui dinas kebudayaan dan pariwisata (disparbud) menjaring 35 orang yang terverifikasi dalam program Among Tamu tahap pertama.
Ke-35 ini diberi pendampingan khusus dalam balutan pelatihan. Mereka disiapkan menjadi pemandu wisata yang terintegrasi dengan jejaring organisasi profesi dan pariwisata di Kota Bengawan.
“Mereka diberi pelatihan agar bisa menceritakan dan mempromosikan wisata di Solo. Mereka disandingkan dengan ASITA, PHRI, HPI, dan semua pelaku wisata. Jadi ketika ada tamu datang, langsung didampingi Among Tamu,” kata Wali Kota Solo Respati Ardi, kemarin (10/9).
Jika program ini berjalan, disbudpar berniat membuka pelatihan Among Tamu kloter kedua, ketiga, dan seterusnya. Upaya ini dilakukan untuk memperbanyak kuantitas mitra pariwisata. Tak hanya itu, Among Tamu ini bisa membuka lapangan pekerjaan baru. Terutama bagi pelaku industri pariwisata.
“Sebetulnya ada 500 pendaftar. Tapi untuk pertama ini, sementara baru 35 orang. Kalau berhasil nanti dibuka kloter kedua, ketiga, dan seterusnya. Semoga program ini berhasil dan bisa jadi mata pencaharian baru,” imbuh Respati.
Syarat masuk progam Among Tamu cukup mudah. Syaratnya, peserta dibuka untuk umum dengan usia antara 25-40 tahun. Prosesnya akan dimulai dari pedaftaran, seleksi tertulis, dan wawancara. Setelah itu, masuk tahapan pendampingan dan pelatihan.
Pengetahuan konsep pariwisata dan penguasaan bahasa asing menjadi salah satu unsur yang paling penting dalam seleksi program.
“Kebanyakan yang daftar warga Solo. Seleksinya ada tes tertulis dan wawancara. Diutamakan yang bisa bahasa asing. Ada tes tentang kemampuan dan cara penyampaian komunikasinya,” beber Sekretaris Disdbudpar Kota Solo Siti Khotimah.
Bagi peserta yang lolos seleksi Among Tamu, wajib melengkapi berkas administrasi. Mulai dari fotokopi KTP, fotokopi SIM, meterai, surat keterangan catatan kepolisian (SKCK), foto formal, formulir komitmen selama setahun, serta menandatangani kode etik dan perjanjian kedua belah pihak. (*/fer)
Editor : fery ardi susanto